Fluktuasi Harga Tandan Buah Segar Sawit di Sumatera dan Riau: Tren Penurunan dan Kenaikan

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.
Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Selatan mengalami kenaikan, sementara di Riau, harga TBS untuk plasma dan kemitraan swadaya mengalami penurunan. Hal ini menciptakan dinamika yang menarik di pasar kelapa sawit Indonesia.
Dalam perkembangan terbaru industri kelapa sawit Indonesia, harga Tandan Buah Segar (TBS) menunjukkan perbedaan yang signifikan antara provinsi. Di Sumatera Selatan, harga TBS mengalami kenaikan, sedangkan di Riau, harga TBS mengalami penurunan, menciptakan ketidakpastian bagi para petani dan pelaku industri.
Di Sumatera Selatan, Tim Penetapan Harga TBS mengumumkan bahwa harga TBS untuk sawit umur 10-20 tahun naik sebesar Rp 147,83 per kilogram, menjadi Rp 3.612,61 per kilogram. Kenaikan ini berlaku untuk periode I-Maret 2025, yang berlaku mulai dari tanggal 1 hingga 15 Maret 2025. Selain itu, harga TBS untuk sawit umur lainnya juga mengalami peningkatan, dengan sawit umur 3 tahun mencapai Rp 3.052,40 per kilogram dan sawit umur 4 tahun mencapai Rp 3.146,80 per kilogram.
Di sisi lain, Provinsi Riau mengalami penurunan harga TBS yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil rapat Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga TBS plasma untuk periode 12-18 Maret 2025 turun sebesar Rp 23,91 per kilogram untuk sawit umur 9 tahun, menjadi Rp 3.689,73 per kilogram. Penurunan ini, meskipun terbilang kecil, mempengaruhi keseluruhan harga TBS di Riau, yang juga mengalami penurunan pada kelompok umur lainnya.
- Harga CPO dan TBS Sawit di Sumut Turun, Proyeksi Masa Depan Menarik (25 Maret 2026)
- Harga CPO KPBN Naik 0,62% Menjadi Rp 15.712/Kg pada 27 Maret 2026 (27 Maret 2026)
- Harga CPO Tembus Rp15.600 di Tengah Penahanan Pembelian India (27 Maret 2026)
- Harga CPO Menguat di Tengah Fluktuasi Ringgit dan Permintaan Ekspor (30 Maret 2026)
Harga TBS untuk mitra plasma di Riau kini berada pada kisaran Rp 3.680-an per kilogram, sedangkan untuk kemitraan swadaya, harga TBS turun lebih tajam sebesar Rp 42,15 per kilogram, menjadi Rp 3.616,46 per kilogram. Penurunan harga ini diakibatkan oleh menurunnya harga crude palm oil (CPO) di pasaran, yang juga berdampak pada keputusan Dinas Perkebunan Riau.
Perkembangan harga ini menciptakan tantangan bagi petani kelapa sawit di Riau, di mana mereka harus beradaptasi dengan fluktuasi harga yang semakin tidak menentu. Penurunan harga TBS, meskipun tampak kecil, dapat berdampak besar pada pendapatan petani, terutama dalam periode yang sulit ini. Sehingga, petani diharapkan dapat menemukan cara untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas mereka untuk mengimbangi tekanan harga.
Melihat dinamika ini, penting bagi para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan asosiasi perkebunan, untuk terus memantau dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung kesejahteraan petani kelapa sawit. Dengan adanya kebijakan yang tepat, diharapkan dapat menciptakan stabilitas harga yang lebih baik di masa depan.
Sumber:
- Harga TBS Sawit Sumsel Periode I-Maret 2025 Naik Rp 147,83 per Kg โ Info Sawit (2025-03-11)
- Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 12-18 Maret 2025 Turun Rp 23,91 Per Kg โ Info Sawit (2025-03-11)
- Melorot ke Rp 3.600-an Harga TBS Mitra Plasma Riau Periode 12 โ 18 Maret 2025 โ Media Perkebunan (2025-03-11)
- Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Swadaya Riau Turun Rp 42,15 per kg โ Sawit Indonesia (2025-03-11)