Dinamika Harga TBS Kelapa Sawit di Sumatera dan Riau: Kenaikan dan Penurunan di Awal 2025

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Awal tahun 2025 menjadi periode penuh dinamika bagi harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Sumatera dan Riau, dengan beberapa daerah mengalami kenaikan harga, sementara yang lain terjebak dalam penurunan signifikan.
Awal tahun 2025 membawa berita baik sekaligus tantangan bagi para petani kelapa sawit di Indonesia, terutama yang berada di wilayah Sumatera dan Riau. Dinas Perkebunan Provinsi Riau mengumumkan kenaikan harga tandan buah segar (TBS) untuk periode 22 Januari hingga 4 Februari 2025, memberikan harapan baru bagi para petani mitra plasma. Harga TBS mengalami kenaikan menjadi Rp 3.465,47 per kilogram, meningkat sebesar Rp 3,14 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh tren positif harga minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunan lainnya.
Menurut Kepala Dinas Perkebunan Riau, Syahrial Abdi, harga tertinggi untuk kelompok umur 9 tahun menunjukkan kenaikan yang signifikan, mencerminkan optimisme dalam industri kelapa sawit di provinsi tersebut. Penetapan harga ini merupakan hasil dari kajian yang dilakukan oleh PPKS Medan dan disepakati oleh tim penetapan harga.
Namun, di sisi lain, situasi berbeda terjadi di Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara, di mana harga TBS justru mengalami penurunan signifikan. Di Sumatera Barat, harga TBS pada periode yang sama terjun bebas ke kisaran Rp 2.000-an per kilogram, jauh di bawah Rp 3.000, membuat banyak petani merasakan dampak buruk dari penurunan harga ini. Kondisi ini diungkapkan oleh pihak Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (Disbun TPH) Sumbar, yang mencatat bahwa harga TBS dari usia tanam 3 hingga 6 tahun mengalami penurunan yang drastis.
- Harga CPO Berpotensi Naik Terkait Konflik Geopolitik, Harga Sawit Jambi Meningkat (27 Maret 2026)
- Harga CPO Diprediksi Naik hingga RM4.600 per Ton di 2026 (5 April 2026)
- Harga CPO Tembus Level Tertinggi 15 Bulan, TBS Riau Dekati Rp4.000 (31 Maret 2026)
- Harga CPO Tembus Rp15.600 di Tengah Penahanan Pembelian India (27 Maret 2026)
Sementara itu, di Sumatera Utara juga tercatat penurunan harga TBS yang berkisar antara Rp 51,98 hingga Rp 66,70 per kilogram untuk periode 22 hingga 29 Januari 2025. Penurunan ini dikarenakan adanya pengumuman resmi dari Dinas Perkebunan dan Pertenakan (Disbunnak) Sumut yang mengacu pada hasil kajian kelompok kerja teknis yang mengatur harga pembelian TBS. Hal ini menunjukkan adanya ketidakstabilan harga yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan petani kelapa sawit di wilayah tersebut.
Ketidakpastian harga TBS di beberapa provinsi ini menjadi tantangan besar bagi petani dan industri kelapa sawit secara keseluruhan. Kenaikan harga di Riau menjadi angin segar yang diharapkan bisa menular ke daerah lain, sementara penurunan harga yang drastis di Sumbar dan Sumut mengindikasikan perlunya strategi yang lebih baik dalam pengelolaan dan pemasaran produk kelapa sawit.
Para petani dan penggiat industri kelapa sawit diharapkan untuk terus memantau dinamika harga dan beradaptasi dengan perubahan pasar yang cepat ini. Dinas Perkebunan di masing-masing provinsi juga diharapkan dapat terus memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu agar para petani dapat mengambil keputusan yang bijak dan mengoptimalkan hasil panen mereka.
Sumber:
- Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Plasma Riau Naik, Petani Lega โ Media Center Riau (2025-01-22)
- Babak Belur Harga TBS Mitra Plasma Sumbar Periode 22 โ 31 Januari 2025 โ Media Perkebunan (2025-01-22)
- Melorot Lagi Harga TBS Mitra Plasma Sumut Periode 22 โ 29 Januari 2025 โ Media Perkebunan (2025-01-22)
- Naik Sedikit Harga TBS Mitra Plasma Riau Periode 22 Januari โ 4 Februari 2025 โ Media Perkebunan (2025-01-22)