Dinamika Harga TBS dan CPO di Indonesia: Kenaikan dan Penurunan yang Kontradiktif

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.
Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Sumatera Utara mengalami penurunan yang signifikan, sementara harga Crude Palm Oil (CPO) justru menunjukkan tren penguatan, menciptakan dilema bagi petani.
Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Utara terus mengalami penurunan, mencapai Rp 3.315 per kilogram pada periode 11-17 Juni 2025. Sementara itu, harga Crude Palm Oil (CPO) mencatatkan peningkatan yang mencolok menjadi Rp 13.457 per kilogram. Fenomena ini menunjukkan adanya kontradiksi yang mengganggu pasar kelapa sawit di Indonesia, khususnya di kawasan Sumatera.
Penurunan harga TBS ini telah berlangsung beberapa pekan dan merupakan hasil dari berbagai faktor, termasuk dampak depresiasi nilai mata uang di beberapa negara serta meningkatnya pasokan minyak nabati lain yang dapat mensubstitusi sawit. Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut, Gus Dalhari Harahap, menyatakan bahwa kondisi ini sangat mempengaruhi pendapatan petani, yang semakin tertekan seiring dengan penurunan harga TBS.
Kendati harga CPO menunjukkan tren penguatan, tidak semua pihak merasakan dampak positifnya. Di Riau, misalnya, meskipun harga CPO untuk mitra plasma mengalami kenaikan menjadi Rp 13.307,26 per kilogram, harga penjualan inti sawit justru mengalami penurunan signifikan. Hal ini menambah kebingungan bagi petani yang berharap keuntungan dari harga CPO yang naik.
- Harga CPO Diprediksi Naik hingga RM4.600 per Ton di 2026 (5 April 2026)
- Harga CPO Naik 0,88% di Tengah Produksi Sawit yang Melambat (30 Maret 2026)
- Harga CPO KPBN Menguat di Tengah Ketidakpastian Global pada April 2026 (2 April 2026)
- Ekspor CPO Meningkat 26,4% ke US$4,69 Miliar di Awal 2026 (2 April 2026)
Di sisi lain, informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mengindikasikan adanya pengawasan ketat terhadap pergerakan saham emiten terkait sektor kelapa sawit, seperti PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) dan PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT). BEI memantau kedua emiten ini setelah terdeteksi adanya pergerakan harga saham yang tidak wajar. Langkah ini diambil untuk melindungi investor dan menjaga stabilitas pasar.
Dalam konteks yang lebih luas, penurunan harga TBS dan fluktuasi harga CPO ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh industri kelapa sawit Indonesia. Para petani dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat menemukan solusi yang tepat agar dapat beradaptasi dengan kondisi pasar yang terus berubah.
Mempertimbangkan dampak dari berbagai faktor eksternal dan internal, industri kelapa sawit Indonesia memerlukan strategi yang lebih komprehensif untuk memastikan keberlanjutannya. Ke depannya, diharapkan pemerintah dan asosiasi terkait dapat bekerja sama dalam menciptakan kebijakan yang mendukung para petani, tanpa mengabaikan dinamika pasar global.
Sumber:
- Harga Saham Bergerak Volatil, BEI Pelototi Dua Emiten Ini โ CNBC (2025-06-11)
- Harga TBS Sawit di Sumut Makin Lesu, Harga CPO Malah Menguat โ Detik (2025-06-11)
- Kenaikan Harga CPO Seakan Tak Berarti Ketika Harga PK Riau Periode 11 โ 17 Juni 2025 Ambruk Parah โ Media Perkebunan (2025-06-11)
- Melorot Rp 183 Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 11 Juni 2025 โ Media Perkebunan (2025-06-11)
- Kata Apkasindo soal Harga TBS di Sumut Terus Turun โ Detik (2025-06-11)