BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Dinamika Harga dan Potensi Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia

22 Februari 2026|Dinamika Harga TBS Kelapa Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Dinamika Harga dan Potensi Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.

Dari penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) di Riau dan Kalimantan Timur hingga dominasi lahan perkebunan di Kalimantan Tengah, sektor kelapa sawit menunjukkan berbagai perkembangan yang signifikan.

Sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia mengalami perkembangan yang menarik, dengan harga Tandan Buah Segar (TBS) menunjukkan fluktuasi yang berbeda di beberapa provinsi. Di Riau, harga TBS sawit untuk periode 18-24 Desember 2024 mengalami penurunan tipis, sedangkan di Kalimantan Timur, harga TBS justru mencatat kenaikan yang signifikan. Selain itu, penggunaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah terus mendominasi, memberikan potensi ekonomi yang besar bagi daerah tersebut.

Di Provinsi Riau, tim penetapan harga TBS telah menentukan bahwa harga TBS sawit umur 9 tahun turun sebesar Rp 5,01/Kg, menjadi Rp 3.840,63/Kg. Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang cenderung stagnan. Untuk kategori umur 3 hingga 8 tahun, harga berkisar antara Rp 2.950,88/Kg hingga Rp 3.837,26/Kg, sementara TBS sawit umur lebih dari 10 tahun berada di angka Rp 3.819,14/Kg. Hal ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh petani sawit di Riau, yang harus beradaptasi dengan fluktuasi harga yang tidak menentu.

Berbeda dengan Riau, harga TBS sawit di Kalimantan Timur untuk periode I-Desember 2024 justru mengalami kenaikan sebesar Rp 76,46/Kg, menjadi Rp 3.251,96/Kg untuk sawit umur lebih dari 10 tahun. Kenaikan ini memberikan angin segar bagi para petani sawit di daerah tersebut, terutama dengan harga minyak sawit mentah (CPO) yang ditetapkan mencapai Rp 14.416,96/Kg. Harga TBS di Kaltim menunjukkan tren positif, dengan kategori umur 3 hingga 9 tahun juga mengalami kenaikan, mencerminkan kondisi pasar yang lebih baik di kawasan tersebut.

Sementara itu, di Kalimantan Tengah, sektor perkebunan kelapa sawit mendominasi penggunaan lahan dengan luas mencapai 2,3 juta hektare. Senator Agustin Teras Narang menyatakan bahwa potensi besar ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian daerah. Dengan proyeksi penerimaan dana bagi hasil yang cukup signifikan, pemerintah provinsi diperkirakan akan menerima sekitar Rp 23,8 miliar pada tahun 2025, yang bisa meningkat hingga Rp 117,89 miliar jika ditotal dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. Kabupaten Kotawaringin Timur diperkirakan menjadi penerima terbesar dengan sekitar Rp 16,6 miliar.

Perkembangan harga TBS sawit yang bervariasi di Riau dan Kaltim, serta dominasi lahan perkebunan di Kalimantan Tengah, menandakan pentingnya sektor kelapa sawit dalam perekonomian Indonesia. Dengan adanya kebijakan yang tepat dan dukungan dari pemerintah, sektor ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani dan perekonomian daerah.

Sumber:

  • Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 18-24 Desember 2024 Turun Tipis, Cenderung Stagnan โ€” Info Sawit (2024-12-17)
  • Harga TBS Sawit Kaltim Periode I-Desember 2024 Naik Rp 76,46 Per Kg โ€” Info Sawit (2024-12-17)
  • Sektor Perkebunan Kelapa Sawit Kuasai Lahan di Kalteng, Senator Dorong Optimalisasi Ekonomi โ€” Info Sawit (2024-12-17)