Dinamika Harga CPO dan TBS di Tengah Ketidakpastian Global

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia mengalami fluktuasi, sementara harga Tandan Buah Segar (TBS) terus menunjukkan tren kenaikan. Perubahan ini berlangsung di tengah situasi ketidakpastian akibat perang dagang antara AS dan China.
Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia mengalami penurunan tipis pada Jumat (11/4/2025), sementara harga Tandan Buah Segar (TBS) di Kalimantan Tengah menunjukkan tren yang positif. Hal ini menjadi sorotan di tengah situasi global yang masih dipengaruhi oleh ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China.
Harga CPO di PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom ditetapkan pada Rp14.325/kg, mengalami penurunan sebesar 0,43% atau Rp62/kg dibandingkan hari sebelumnya. Di sisi lain, harga CPO di bursa Malaysia mengalami fluktuasi, meskipun secara mingguan mencatatkan kerugian untuk kedua kalinya. Ketidakpastian pasar disebabkan oleh rilis data ekspor bulanan yang belum memuaskan, membuat pelaku pasar mencari arah baru.
Sementara itu, harga TBS di Provinsi Kalimantan Tengah tercatat naik menjadi Rp3.551,80/kg, dengan kenaikan sebesar Rp33,96/kg. Kenaikan ini sejalan dengan harga CPO yang tercatat di angka Rp14.645,16/kg. Menurut Ketua DPD APKASINDO Pulangpisau, Dr. Diharyo, kenaikan harga TBS ini dipengaruhi oleh penetapan harga yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan yang mengambil rata-rata dari harga di Pabrik Kelapa Sawit (PKS).
- Harga Sawit di Sumut dan Aceh Naik, CPO Referensi April 2026 Meningkat (1 April 2026)
- Harga TBS Sawit Melorot di Sumut dan Naik di Kalbar Pasca Lebaran (26 Maret 2026)
- Harga CPO Diprediksi Stabil Tinggi, Ekspor Sawit Terus Tumbuh di 2026 (5 April 2026)
- Harga CPO April 2026 Naik 5,41% Jadi USD 989,63 per MT di Tengah Ketegangan Geopolitik (1 April 2026)
Di tengah perkembangan harga CPO dan TBS, pasar minyak mentah global menunjukkan penurunan yang signifikan. Pada perdagangan Kamis (10/4), harga minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) masing-masing turun 3,3% dan 3,7%. Penurunan ini dipicu oleh investor yang mengevaluasi jeda tarif yang direncanakan oleh pemerintah AS dan ketegangan yang terus berlanjut antara Washington dan Beijing. Presiden Donald Trump sebelumnya menunda penerapan tarif baru, namun hal ini tidak berhasil menstabilkan pasar minyak secara keseluruhan.
Pergerakan harga di pasar komoditas, baik CPO maupun TBS, menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan harga minyak mentah, harga kelapa sawit masih berpotensi untuk naik, terutama dalam konteks permintaan domestik. Namun, ketidakpastian yang diakibatkan oleh kondisi pasar global tetap menjadi faktor penghambat bagi pelaku industri.
Melihat ke depan, para pelaku industri kelapa sawit di Indonesia diharapkan tetap waspada terhadap perubahan harga yang dapat dipicu oleh faktor eksternal, termasuk kebijakan perdagangan internasional dan dinamika pasar global. Kenaikan harga TBS menjadi sinyal positif bagi petani, namun tantangan tetap ada di pasar CPO yang mungkin akan dipengaruhi oleh kondisi global yang tidak menentu.
Sumber:
- Harga CPO KPBN Inacom Turun Tipis pada Jumat (11 per 4), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Naik โ Info Sawit (2025-04-11)
- Perang Dagang AS-China Berlanjut, Harga Minyak Merosot, CPO Naik โ Kumparan (2025-04-11)
- Harga TBS Kelapa Sawit Kalimantan Tengah Dihargai Rp3.442,13 Kg โ Sawit Indonesia (2025-04-11)