Bupati Kaur: Pembangunan Jalan dan Jembatan Kunci Dongkrak Sentra Durian dan Sawit Cawang Kidau

Lahan kebun yang dibuka dengan tunggul sawit tua menunggu replanting, melambangkan persiapan lahan untuk peremajaan sawit rakyat.
Bupati Kaur minta dukungan provinsi dan wakil rakyat untuk percepat pembangunan akses jalan dan jembatan menuju sentra durian premium dan pengiriman TBS sawit di Desa Manau IX.
(2026/07/26) Bupati Kaur Gusril Pausi meminta percepatan pembangunan infrastruktur akses jalan dan jembatan menuju Desa Manau IX, Padang Guci Hulu untuk memajukan sentra durian premium dan penguatan pengiriman tandan buah segar (TBS) sawit dari kawasan Cawang Kidau.
Gusril mengatakan dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu serta anggota DPR RI dan DPD RI asal Bengkulu diperlukan untuk mempercepat pembangunan akses yang kini masih bergantung pada jembatan gantung dan jalan tidak memadai. Menurutnya, hambatan akses membuat hasil panen durian dan sawit sulit diangkut secara massal karena banyak kendaraan hanya dapat melintas menggunakan sepeda motor atau kendaraan 4WD saja.
Wilayah Cawang Kidau tercatat sebagai salah satu sentra durian lokal terbesar di Kabupaten Kaur; setiap musim panen kawasan itu menghasilkan ratusan ton durian yang dipasarkan ke berbagai daerah, kata Gusril. Selain durian premium, kawasan itu juga menyuplai ratusan ton TBS sawit setiap bulan ke pabrik pengolahan, sehingga perbaikan akses dipandang krusial untuk mempertahankan arus pasokan dan pendapatan petani.
- Optimalisasi Limbah Sawit dan Hilirisasi: Strategi Perkuat Ekonomi Nasional (12 April 2026)
- Indonesia Siap Bangun Industri Avtur Berbasis Sawit dengan Investasi Besar-Besaran (9 April 2026)
- Airlangga Tekankan Riset untuk Perkuat Implementasi B50 dan Dorong Hilirisasi Sawit (26 Juli 2026)
- Inisiatif Energi Terbarukan dan Kontribusi Ekonomi dari Industri Sawit (17 April 2026)
Gusril menjelaskan kondisi akses saat ini memaksa masyarakat mengangkut hasil panen secara bertahap dengan sepeda motor, dan kendaraan pengangkut besar sering terhambat saat debit Sungai Air Padang Guci meningkat karena belum ada jembatan permanen. Ia mengatakan, "Hamparan perkebunan masyarakat yang memiliki nilai ekonomi sangat besar. Potensi ini harus kita dukung dengan pembangunan infrastruktur."
Bupati menyorot keterbatasan kemampuan keuangan daerah untuk membiayai proyek tersebut sendiri, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran saat ini. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi memperjuangkan pembangunan jalan dan jembatan menuju kawasan perkebunan agar distribusi hasil panen menjadi lebih lancar dan biaya logistik turun.
Kondisi logistik yang belum memadai berimplikasi langsung pada rantai nilai: biaya angkut yang tinggi dan keterlambatan pengiriman dapat menurunkan kualitas buah saat sampai di pasar. Dalam laporannya, pemerintah daerah mencatat kegiatan pengiriman TBS sawit dari masyarakat ke pabrik pengolahan terjadi setiap bulan dalam volume ratusan ton, angka yang menjadi salah satu penopang perekonomian warga Desa Manau IX.
Gusril menilai sinergi dengan provinsi dan wakil rakyat dapat mempercepat pembangunan akses permanen yang memungkinkan kendaraan roda empat pengangkut hasil panen melintas sepanjang tahun. Rencana lanjutan yang disebutkan adalah pengajuan anggaran dan koordinasi teknis untuk pembangunan jembatan permanen di titik penyeberangan Sungai Air Padang Guci; tidak disebutkan nilai anggaran atau jadwal final proyek.
Sumber: