BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Kebijakan Energi

BBM E10: Langkah Strategis Indonesia Menuju Energi Berkelanjutan

22 Februari 2026|BBM E10 dan energi berkelanjutan
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
BBM E10: Langkah Strategis Indonesia Menuju Energi Berkelanjutan

Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM 2025, membahas pengembangan energi biodiesel di industri kelapa sawit Indonesia.

Indonesia akan meluncurkan jenis baru Bahan Bakar Minyak (BBM) E10 yang mengandung bioetanol, sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi dan ketergantungan pada impor BBM.

Indonesia bersiap untuk meluncurkan jenis baru Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikenal sebagai E10 pada tahun depan. BBM ini akan mengandung bioetanol yang dicampurkan hingga 10%, sebagai langkah strategis dalam mengurangi emisi dan ketergantungan pada impor BBM. Pencampuran ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendorong penggunaan energi terbarukan dan memanfaatkan sumber daya lokal.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa saat ini Pertamina telah menerapkan campuran BBM dengan 5% bioetanol melalui produk Pertamax Green 95. Dengan adanya regulasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pelaksanaan campuran E5 sudah berlangsung, dan E10 diharapkan mulai diimplementasikan secara penuh pada tahun 2025. Namun, Eniya mengungkapkan bahwa industri masih perlu beradaptasi dan mengejar implementasi ini agar dapat berjalan efektif.

Penggunaan bioetanol sebagai campuran BBM diharapkan tidak hanya mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga mendukung petani lokal yang memproduksi bahan baku bioetanol, seperti jagung dan tebu. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi nasional serta mendiversifikasi sumber energi agar tidak hanya mengandalkan bahan bakar fosil.

Dengan adanya kebijakan ini, Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan berkontribusi pada target global pengurangan emisi. Sebagai negara dengan potensi besar dalam sektor energi terbarukan, langkah ini diharapkan mampu mendorong inovasi dan perkembangan industri energi yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Pemerintah juga berencana untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat penggunaan BBM E10. Diharapkan, dengan edukasi yang tepat, masyarakat akan lebih terbuka untuk beralih ke jenis bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan mendukung keberlangsungan lingkungan hidup.

Sumber:

  • BBM E10 Segera Hadir Tahun Depan: Solusi Baru untuk Pengurangan Emisi — Hai Sawit (2024-05-31)