BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Emisi & Karbon

Asosiasi Biochar Indonesia Internasional Resmi Didirikan, Siap Tembus Pasar Global

8 Juli 2025|Pengembangan biochar ramah lingkungan
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Asosiasi Biochar Indonesia Internasional Resmi Didirikan, Siap Tembus Pasar Global

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.

Indonesia resmi meluncurkan Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII), menandai langkah awal dalam pengembangan biochar sebagai solusi ramah lingkungan.

(2025/07/08) Indonesia menyaksikan peluncuran resmi Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII) yang berlangsung di Jakarta pada Senin, 7 Juli 2025. Acara ini dipimpin oleh Ketua Umum ABII, Hashim Djojohadikusumo, yang juga merupakan adik dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Hashim menekankan potensi besar Indonesia sebagai kekuatan global dalam produksi dan ekspor biochar, produk karbon hasil pembakaran biomassa yang dapat memberikan manfaat signifikan bagi pertanian dan penyerapan emisi karbon.

Dalam sambutannya, Hashim mengungkapkan optimisme dan kegembiraannya atas pendirian asosiasi ini, yang merupakan hasil dari ide yang muncul dua tahun lalu. “Saya sangat bergembira karena dua tahun lalu ada yang datang ke kantor saya dan mengusulkan berdirinya asosiasi ini. Sejak 2008 saya sudah mendengar tentang biochar, tetapi baru sekarang saya paham betul akan potensi luar biasa yang dimilikinya,” ujarnya. Menurut Hashim, Indonesia memiliki keunggulan sumber daya biomassa yang melimpah serta dukungan lintas sektor untuk mengembangkan biochar sebagai produk ekonomis dan ramah lingkungan.

Biochar, yang merupakan arang hayati hasil pengolahan limbah pertanian seperti ampas tebu, memiliki kemampuan untuk menyerap emisi gas rumah kaca dan merevitalisasi tanah yang tidak optimal. Hal ini menjadikannya sebagai solusi yang sangat relevan dalam konteks perubahan iklim yang dihadapi dunia saat ini. Hashim menambahkan, peluncuran asosiasi ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan sebagai tonggak awal untuk membawa biochar dari laboratorium dan lahan pertanian ke dalam kebijakan publik dan pasar karbon yang lebih luas.

Asosiasi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan teknologi dan pemanfaatan biochar di Indonesia, serta memperkuat posisi negara ini di pasar global. Hashim meyakini bahwa dengan komitmen yang kuat, Indonesia bisa menjadi negara adidaya dalam industri biochar dunia. “Kami akan berupaya agar biochar bisa tembus ke pasar global dan menjadi salah satu solusi utama dalam upaya mengatasi perubahan iklim,” tambahnya.

Dengan peluncuran ABII, Indonesia kini memiliki wadah resmi untuk pengembangan biochar yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya biomassa secara berkelanjutan. Langkah ini juga diharapkan dapat menarik perhatian investor serta membuka peluang kerjasama internasional dalam bidang teknologi energi hijau.

Ke depan, asosiasi ini berencana untuk menyusun program-program kerja yang meliputi penelitian dan pengembangan, pelatihan bagi petani, serta kampanye edukasi untuk meningkatkan pemahaman tentang biochar dan manfaatnya.

Sumber:

  • Asosiasi Biochar Indonesia Internasional Resmi Diumumkan, Hashim Djojohadikusumo: Indonesia Bisa Jadi Adidaya Biochar Dunia — Sawit Indonesia (2025-07-08)
  • Asosiasi Resmi Di-launching, Biochar Siap Tembus Pasar Global — Elaeis (2025-07-08)
  • RI Kini Punya Asosiasi Pengembangan Biochar, Dipimpin Adik Prabowo — Detik (2025-07-08)