BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Budidaya & Agronomi

111 Pekebun Inhil Ikuti Pelatihan Pupuk Organik Didanai BPDP, Fokus Biochar dan POC/POP

28 Juli 2026|Pelatihan Pupuk Organik
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
111 Pekebun Inhil Ikuti Pelatihan Pupuk Organik Didanai BPDP, Fokus Biochar dan POC/POP

Logo BPDP yang terintegrasi dengan latar belakang kebun kelapa sawit, mencerminkan dukungan pemerintah terhadap industri kelapa sawit Indonesia.

(2026/07/28) Sebanyak 111 pekebun Indragiri Hilir mengikuti pelatihan pembuatan dan aplikasi pupuk organik selama 14โ€“17 Juli 2026, didanai penuh oleh BPDP.

(2026/07/28) Sebanyak 111 pekebun asal Kabupaten Indragiri Hilir mengikuti Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik selama 14โ€“17 Juli 2026, yang sepenuhnya dibiayai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Pelatihan yang diselenggarakan Best Planter Indonesia (BPI) berlangsung di Hotel New Hollywood, Pekanbaru, dengan dukungan teknis dari Direktorat Jenderal Perkebunan dan Dinas Perkebunan Provinsi Riau serta Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir.

Dalam pembukaan, Friyandito, S.P, M.M selaku Direktur Operasional BPI menyatakan modul pembuatan dan aplikasi pupuk organik baru tersedia pada 2026 dan kelas dikemas dengan praktik langsung agar peserta dapat mempraktikkan materi setelah pelatihan.

Panitia memetakan kemampuan awal peserta melalui pre-test 10 soal dan menyusun metode pengajaran kombinasi presentasi dan praktik; pada hari ke-1 dan ke-2 fokus pembuatan pupuk organik, hari ke-3 kunjungan lapang, dan hari ke-4 pengamatan perkembangan pupuk.

Kegiatan lapang pada 16 Juli 2026 menyinggahi Koperasi Produsen Tunas Muda di Desa Teluk Merbau, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak untuk praktik pembuatan biochar. Rombongan berangkat dengan empat bus dan empat mobil, dan penerimaan dipimpin oleh sekretaris Koperasi, Dista Khoesnul A.

Demonstrasi biochar menggunakan kontigi berbentuk kerucut dengan kapasitas sekitar 300 kg per pembakaran dan waktu proses sekitar 3 jam; bahan baku berupa tandan kosong sawit yang dikeringkan hingga kadar air 14% dan konstruk kontigi disebutkan terbuat dari baja tebal 4 mm dengan biaya pembuatan sekitar Rp7 juta.

Selain biochar, peserta mempraktikkan pembuatan Pupuk Organik Padat (POP) dari kotoran sapi dan Pupuk Organik Cair (POC) dari air kencing sapi yang difermentasi; di aula Graha Laksana dilanjutkan presentasi Restorasi Kesuburan Tanah Perkebunan Kelapa Sawit oleh Dista Khoesnul Ardiansyah, S.Sos.

Materi pelatihan menekankan kombinasi pupuk organik dan pupuk kimia dengan rasio yang selama ini digunakan 50% organik : 50% kimia; peserta diberi penjelasan bahwa pupuk organik memperbaiki sifat fisik dan biologi tanah sementara pupuk kimia memperbaiki sifat kimia tanah, serta pupuk organik kaya mikroba dan hormon tanaman.

Friyandito menegaskan praktik langsung sebagai tujuan pembelajaran, sedangkan Devi Rizaldi, S.Tp, M.Si mewakili Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau menyambut program BPDP dan meminta peserta mengikuti pelatihan secara serius agar dapat membuat pupuk organik secara mandiri.

Pelatihan menargetkan tiga keluaran utama bagi peserta: memperoleh hara NPKMgB dari bahan organik dengan pencampur garam, mendapatkan dan mengembangbiakkan mikroba dengan molase, serta memperoleh hormon atau zat perangsang tumbuh (ZPT); pengamatan ideal disebut berlangsung pada hari ke-6 atau ke-7, namun monitor dilakukan sampai hari ke-4.

Sumber: