BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Budidaya & Agronomi

Uji Kompetensi dan SISKA: Penguatan SDM dan Ketahanan Pangan di Perkebunan Sawit

27 April 2026|Uji kompetensi mahasiswa perkebunan
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Uji Kompetensi dan SISKA: Penguatan SDM dan Ketahanan Pangan di Perkebunan Sawit

Gambar ini menunjukkan logo ISPO, sertifikasi untuk industri kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia.

INSTIPER dan Kementan memperkuat SDM dan ketahanan pangan melalui uji kompetensi dan integrasi sapi-kelapa sawit.

(2026/04/27) Sebanyak 56 mahasiswa penerima beasiswa BPDPKS di Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta diwajibkan mengikuti uji kompetensi asisten kebun kelapa sawit. Uji kompetensi ini menjadi syarat pendamping ijazah sebelum wisuda, bertujuan memvalidasi keahlian teknis mahasiswa dalam manajemen budidaya sawit.

Kegiatan sertifikasi ini dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Perkebunan dan Hortikultura Indonesia (LSP PHI) selama dua hari. Uji yang meliputi tes tertulis dan uji instruksi terstruktur ini bertujuan mengukur kemampuan teknis para mahasiswa. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM di sektor perkebunan sawit Indonesia.

Sementara itu, Kementerian Pertanian memperkuat Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (SISKA) untuk meningkatkan efisiensi pakan dan ketahanan pangan berbasis protein hewani. Langkah ini dibahas dalam The 3rd Integrated Cattle and Oil Palm Conference (ICOP) 2026 di Pekanbaru, Riau.

Tri Melasari, Direktur Pakan Ditjen PKH, menegaskan pentingnya memanfaatkan sumber daya lokal untuk menciptakan daya saing peternak. Sistem SISKA diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan limbah perkebunan sebagai sumber nutrisi ternak.

Dengan integrasi ini, diharapkan sektor peternakan dapat lebih berdaya saing di pasar domestik, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Upaya ini menunjukkan sinergi antara sektor pendidikan dan pertanian dalam mendukung keberlanjutan industri sawit.

Sumber: