Tragedi Keluarga di Sumut: Ibu Banting Bayi hingga Tewas Akibat Stres Suami Berjudi

Proses penuangan minyak bekas memasak (UCO) ke dalam wadah, menggambarkan limbah minyak goreng dari industri kelapa sawit.
Seorang ibu di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumut, membunuh anaknya yang berusia 11 bulan dengan cara brutal akibat tekanan dari suami yang sering melakukan kekerasan dan berjudi.
(2025/07/08) Sebuah tragedi memilukan terjadi di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, ketika seorang ibu berinisial DDT (22) membanting anaknya yang masih berusia 11 bulan hingga tewas. Pelaku mengaku nekat melakukan tindakan tersebut akibat tekanan mental yang dirasakan akibat perilaku suaminya yang sering melakukan kekerasan fisik dan kecanduan judi.
Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yasir Ahmadi, menjelaskan bahwa DDT mengalami stres berkepanjangan akibat sering dipukuli oleh suaminya. Selain itu, suaminya juga tidak memberikan uang belanja karena seluruh uangnya habis digunakan untuk bermain judi. Hal ini membuat DDT merasa terdesak dan tidak mampu mengatasi situasi yang menimpanya.
Dalam pengakuannya, DDT menyebutkan bahwa suaminya kerap memukulnya hingga meninggalkan bekas di tubuhnya. Kondisi ini, ditambah dengan masalah keuangan yang dihadapinya, membuat DDT merasa putus asa. Menurut penjelasan Kapolres, tindakan DDT yang membanting bayinya hingga 10 kali merupakan puncak dari akumulasi stres yang ia derita.
- Lansia Ditemukan Tewas Setelah Hilang 8 Hari di Perkebunan Sawit (28 Maret 2026)
- Meningkatnya Kasus Pencurian Kendaraan dan Sawit di Indonesia (7 Maret 2026)
- Tragedi Berdarah di Perkebunan Sawit: Pembunuhan dan Pengeroyokan Menghiasi Berita (6 Maret 2026)
- Insiden Kebakaran dan Kecelakaan Terkait Industri Sawit di Indonesia (2 April 2026)
Pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut kasus ini untuk memahami sepenuhnya latar belakang tindakan DDT. Kasus ini menjadi sorotan publik, terutama mengenai masalah kekerasan dalam rumah tangga yang sering kali tidak terlihat dan menimbulkan dampak fatal. Penanganan terhadap korban KDRT dan ketidakberdayaan wanita dalam situasi serupa menjadi isu penting yang perlu mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat dan pemerintah.
Tragedi ini juga membuka diskusi mengenai perlunya dukungan psikologis dan perlindungan hukum bagi korban kekerasan dalam rumah tangga, yang sering kali terjebak dalam lingkaran kekerasan tanpa jalan keluar. Kejadian seperti ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap isu-isu kekerasan dalam rumah tangga yang dapat berujung pada tragedi yang tidak diinginkan.
Sumber:
- Wanita di Sumut Banting Bayi hingga Tewas karena Suami Gila Judi-Sering KDRT โ Detik (2025-07-08)
- Motif Wanita Banting Anak hingga Tewas: Stres Suami Berjudi-Sering Dipukul โ Detik (2025-07-08)