BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Tata Kelola & Pengawasan

Tantangan Pendidikan di Riau: Siswa SD Belajar di Bawah Pohon Sawit

15 Juli 2025|Pendidikan di Kebun Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Tantangan Pendidikan di Riau: Siswa SD Belajar di Bawah Pohon Sawit

Satgas PKH melakukan penyitaan lahan sawit di kawasan hutan negara.

Puluhan siswa Sekolah Dasar di Riau terpaksa belajar di kebun sawit akibat penertiban lahan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Gubernur Riau memberikan tanggapan dan solusi terkait situasi ini.

(2025/07/15) Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) di Riau terpaksa belajar di bawah pohon sawit, menggunakan terpal sebagai alas, setelah sekolah mereka disita pemerintah dalam proses penertiban kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Situasi ini memicu perhatian besar dari berbagai pihak, termasuk Gubernur Riau Abdul Wahid, yang memberikan tanggapan terkait tantangan pendidikan yang dihadapi anak-anak di daerah tersebut.

Gubernur Abdul Wahid mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah sedang dalam tahap pendataan kepemilikan lahan dan jumlah penduduk di kawasan TNTN. Ia menegaskan pentingnya mendapatkan data yang akurat sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. "Kita baru pendataan saja berapa penduduk tinggal di sana, berapa nomaden. Termasuk siapa saja punya lahan di sana," ujarnya saat diwawancarai di Pekanbaru.

Proses penerimaan siswa baru tetap berlangsung, namun lokasi belajar mengajar tidak akan dilaksanakan dalam kawasan hutan lindung. Wahid menekankan bahwa pendidikan harus dilaksanakan di tempat yang aman dan sesuai dengan regulasi yang ada. Meskipun demikian, saat ini belum ada kepastian mengenai kapan dan di mana kegiatan belajar mengajar yang baru akan dilaksanakan.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Dusun Toro Jaya, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, di mana anak-anak terpaksa mengikuti pelajaran di tengah kebun sawit. Kondisi ini menyiratkan tantangan serius bagi pendidikan di daerah tersebut, terutama setelah penertiban lahan yang mengakibatkan hilangnya akses ke fasilitas pendidikan yang layak.

Keprihatinan ini tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat luas yang mengharapkan solusi cepat dan tepat untuk memastikan anak-anak di Riau mendapatkan pendidikan yang layak. Gubernur Wahid mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi yang berkelanjutan demi masa depan pendidikan anak-anak di Riau.

Dengan situasi yang semakin mendesak, harapan masyarakat kini tertuju pada respons cepat dari pemerintah dan pihak terkait untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi generasi penerus. Pendidikan yang baik adalah investasi bagi masa depan, dan tidak seharusnya terhambat oleh situasi yang tidak menguntungkan.

Sumber:

  • Respons Gubri Soal Siswa Belajar di Bawah Pohon Sawit Imbas Penertiban TNTN โ€” Detik (2025-07-15)
  • Murid SD Belajar di Bawah Pohon Sawit, Gubernur Riau Angkat Bicara โ€” Kompas (2025-07-15)
  • 58 Siswa Baru SD di Kawasan Tesso Nilo Belajar di Bawah Pohon Sawit, Ada Apa โ€” Kompas (2025-07-15)