BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Kebijakan Energi

Strategi Energi Hijau dan Diplomasi Kerukunan di Indonesia

22 Februari 2026|Keberlanjutan Energi Indonesia
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Strategi Energi Hijau dan Diplomasi Kerukunan di Indonesia

Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM 2025, membahas strategi industri kelapa sawit dalam talk show tentang energi dan ekonomi.

Indonesia terus berupaya menuju keberlanjutan energi dengan teknologi biomassa, sambil memperkuat kerukunan antarumat beragama.

Indonesia terus bergerak menuju era keberlanjutan dengan berbagai inisiatif yang mendukung energi hijau dan kerukunan antarumat beragama. Salah satu langkah signifikan adalah penerapan teknologi co-firing biomassa pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) sepanjang tahun 2024.

PLN berhasil menghasilkan sebesar 1,67 juta Megawatt hour (MWh) listrik hijau, mengalami peningkatan 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 1,04 juta MWh. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa penggunaan biomassa sebagai substitusi batu bara ini tidak hanya menambah kapasitas energi terbarukan, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam pengurangan emisi karbon, dengan total penurunan sebesar 1,87 juta ton CO2 sepanjang tahun lalu.

Dengan konsumsi biomassa yang mencapai 1,62 juta ton, PLN menunjukkan komitmen dalam mengembangkan energi yang ramah lingkungan sebagai bagian dari strategi ekonomi kerakyatan. Inisiatif ini sejalan dengan upaya Indonesia untuk memenuhi target-target lingkungan global dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Sementara itu, di bidang sosial dan budaya, pemerintah melalui Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menekankan pentingnya kerukunan antarumat beragama. Dalam misi yang diwakili oleh Nasaruddin, pesan dari Presiden Prabowo Subianto disampaikan di Kuil Murugan, Kalideres, Jakarta Barat. Nasaruddin menggarisbawahi bahwa kerukunan dan toleransi antarumat sangat penting untuk menjaga keutuhan bangsa, terutama dalam konteks Pancasila dan kebhinekaan yang menjadi landasan negara Indonesia.

Pesan tersebut menegaskan bahwa agama harus menjadi alat pemersatu dan memperkuat bangsa, bukan sebaliknya. Dengan semangat tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih mendalami nilai-nilai toleransi dan saling menghormati, sehingga menciptakan suasana damai di tengah keberagaman yang ada.

Melihat dua inisiatif ini, baik dalam sektor energi maupun sosial, Indonesia menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya terfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat hidup berdampingan dengan harmonis. Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan perusahaan seperti PLN menjadi sangat relevan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Sumber:

  • Co-Firing Biomassa PLTU PLN Hasilkan 1,67 Juta MWh Listrik Hijau Sepanjang 2024 โ€” MetroTV (2025-02-02)
  • Menag Sampaikan Pesan Prabowo Soal Pentingnya Kerukunan Umat Beragama โ€” Kompas (2025-02-02)