SPKS Kembangkan PSR di Aceh Utara Melalui Silaturahmi Ramadan

Eddy Abdurrachman terlihat hadir dalam acara pidato BPDP tentang industri kelapa sawit Indonesia.
SPKS menggelar pertemuan dengan petani sawit di Aceh Utara untuk sosialisasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) bersama PTPN IV.
(2026/03/10) Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mengadakan pertemuan dengan petani sawit di Kabupaten Aceh Utara pada 9 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dilaksanakan bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV), di mana acara ini juga diwarnai dengan buka puasa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum SPKS Nasional, Sabaruddin, serta perwakilan PTPN IV dan sejumlah petani sawit bersama tokoh masyarakat setempat. Sabaruddin menekankan bahwa acara ini tidak hanya sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga merupakan upaya organisasi untuk menunjukkan kepedulian terhadap petani. Dengan dukungan dari PTPN IV, SPKS berharap dapat meningkatkan partisipasi petani dalam program PSR yang penting untuk keberlanjutan industri sawit.
Program PSR diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kelapa sawit serta memperbaiki kesejahteraan petani. Melalui kemitraan dengan PTPN IV, SPKS berkomitmen untuk mempercepat pelaksanaan program ini, yang bertujuan untuk meregenerasi tanaman sawit yang sudah tua dan tidak produktif. Dengan peremajaan, diharapkan hasil panen dapat meningkat, serta kualitas minyak sawit mentah yang dihasilkan pun lebih baik.
- Dukungan Terhadap Program Peremajaan Sawit Rakyat: Suara Petani di Konferensi Nasional (22 Februari 2026)
- Transformasi dan Tantangan Sektor Kelapa Sawit di Indonesia: Inovasi dan Kesejahteraan Petani (23 Februari 2026)
- Petani Kelapa Sawit di Banten Raih Keuntungan Melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (22 Februari 2026)
- Kehidupan Petani Sawit: Dari Replanting hingga Peningkatan Kesejahteraan (23 Februari 2026)
Dari data yang ada, saat ini banyak petani sawit di Aceh Utara yang masih menggunakan tanaman kelapa sawit yang sudah berusia lebih dari 25 tahun. Program peremajaan ini menjadi sangat krusial untuk memastikan keberlanjutan pasokan minyak sawit di pasar domestik dan internasional. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan perusahaan BUMN seperti PTPN IV, petani diharapkan lebih bersemangat untuk berpartisipasi dalam program ini.
Ke depan, SPKS dan PTPN IV merencanakan lebih banyak kegiatan sosialisasi dan pelatihan untuk petani, sehingga mereka dapat memahami manfaat dari peremajaan serta cara-cara untuk meningkatkan teknik bercocok tanam. Hal ini penting agar petani tidak hanya bergantung pada hasil yang ada, tetapi juga aktif berinovasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
Dengan adanya upaya ini, industri sawit Indonesia diharapkan bisa bertahan dan terus berkembang, memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi antara petani, organisasi, dan perusahaan perkebunan menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan.
Sumber:
- Dari berbagai sumber