Smart Batik Yogyakarta Memperkenalkan Keberlanjutan di Panggung Internasional

Satgas PKH melakukan penyitaan lahan sawit di kawasan hutan negara.
Smart Batik Indonesia, didukung oleh BPDPKS, berhasil mempromosikan batik ramah lingkungan di InnovFest Suzhou 2024, menandai langkah penting dalam industri kreatif Indonesia.
Smart Batik Indonesia, sebuah usaha kecil menengah (UKM) asal Yogyakarta, berhasil menunjukkan inovasi dan keberlanjutan dalam industri batik di panggung internasional. Dalam acara InnovFest Suzhou 2024 yang berlangsung dari 18 hingga 20 November 2024 di China, perusahaan ini memperkenalkan konsep 3P—People, Planet, Profit—dalam produksinya yang mengedepankan keberlanjutan dan dampak sosial positif.
Partisipasi Smart Batik Indonesia dalam festival bergengsi ini didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Acara InnovFest, yang diselenggarakan oleh National University of Singapore Research Institute (NUSRI) Suzhou, bertujuan untuk menghubungkan perusahaan teknologi dan inovasi dari berbagai negara, menjadikannya sebagai platform ideal untuk mempromosikan produk ramah lingkungan seperti batik sawit.
Miftahudin Nur Ihsan dan Dinar Indah Lufita Sari, perwakilan dari Smart Batik Indonesia, memanfaatkan kesempatan ini untuk menjelaskan bagaimana batik sawit tidak hanya memperkenalkan keindahan seni tradisional Indonesia, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Dengan menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan, mereka berharap dapat menarik perhatian pasar internasional yang semakin peduli terhadap isu keberlanjutan.
- Industri Sawit Indonesia: Peluang Energi Terbarukan dan Transformasi Digital di Tengah Tantangan (23 Februari 2026)
- Inovasi dan Tantangan dalam Industri Kelapa Sawit Indonesia (23 Februari 2026)
- Dukungan Biosekuriti dan Pendidikan SDM: Kunci Masa Depan Industri Sawit Indonesia (21 Maret 2026)
- Kinerja Positif Industri Kelapa Sawit Indonesia di Tengah Tantangan Global (23 Februari 2026)
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya yang lebih besar untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya keberlanjutan dalam industri kreatif, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Dengan memanfaatkan kekayaan budaya dan tradisi, Smart Batik Indonesia tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial, tetapi juga pada dampak sosial yang lebih luas, yang mencakup pemberdayaan komunitas lokal dan pelestarian lingkungan.
Keberhasilan Smart Batik Indonesia di InnovFest Suzhou 2024 menandakan bahwa inovasi dan tradisi dapat berjalan beriringan. Ini juga menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh UKM di Indonesia untuk bersaing di pasar global, terutama ketika didukung oleh lembaga-lembaga seperti BPDPKS yang berkomitmen untuk mengembangkan sektor pertanian dan industri berbasis kelapa sawit dengan cara yang berkelanjutan.
Dengan langkah ini, diharapkan batik sawit tidak hanya menjadi produk lokal yang dikenal di dalam negeri, tetapi juga dapat menembus pasar internasional, membawa serta nilai-nilai keberlanjutan yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman.
Sumber:
- Dukungan BPDPKS, Smart Batik Yogyakarta Go Internasional ke InnovFest ... — Hai Sawit (2024-11-27)