PTP Nonpetikemas Kirim 18.000 Ton Produk Sawit ke Pakistan

Pelabuhan eksklusif ini sibuk dengan aktivitas ekspor CPO, mendukung peningkatan angka ekspor sawit Indonesia.
PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur berhasil mengirim 18.000 ton produk turunan kelapa sawit ke Pakistan, memperkuat peran logistik nasional.
(2026/04/16) PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Teluk Bayur sukses melakukan ekspor 18.000 ton produk turunan kelapa sawit menuju Port Qasim, Pakistan. Pengiriman ini terdiri dari 4.300 ton RBDPO (Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil), 5.000 ton ROL (Refined, Bleached, and Deodorized Olein), serta 8.700 ton RBDPS (Refined, Bleached, and Deodorized Palm Stearin), yang dilakukan pada tanggal 15 April 2026. Keberhasilan ini menunjukkan kinerja positif PTP Nonpetikemas di awal tahun 2026, dengan capaian throughput mencapai 1,51 juta ton.
Pengiriman ini bukan hanya mencerminkan komitmen PTP Nonpetikemas dalam mendukung distribusi komoditas unggulan, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan perekonomian nasional. Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur, Fauzi, menegaskan pentingnya peran mereka dalam memfasilitasi arus ekspor, khususnya produk turunan kelapa sawit dari Sumatera Barat ke pasar internasional. Dengan pengiriman ini, perusahaan turut berperan dalam meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia di pasar global.
Kapal MT. Southern Anoa yang terlibat dalam pengiriman ini memiliki panjang 146 meter dan bobot 11.863 GT. Kapal berbendera Liberia ini berhasil bersandar dengan aman di Dermaga Khusus Curah (DKC) 1 Gaung, Pelabuhan Teluk Bayur. Pengiriman ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat infrastruktur logistik dan meningkatkan efisiensi distribusi produk sawit ke berbagai tujuan, termasuk ke Pakistan yang merupakan salah satu pasar penting bagi produk turunan kelapa sawit Indonesia.
- Mendorong Ekspor Sawit, Bea Cukai dan PTPN III Jalin Kerja Sama Internasional (22 Februari 2026)
- Impor Minyak Nabati India Turun 300 Ribu Ton Karena Krisis Energi (4 April 2026)
- Kondisi Ekspor Sawit Indonesia di Tengah Ketegangan Geopolitik (25 Juni 2025)
- Kampanye Negatif Terhadap Sawit Indonesia Merambah Pasar India (22 Februari 2026)
Proyeksi ke depan, PTP Nonpetikemas berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan pemuatan agar dapat memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat. Dengan adanya pengiriman ini, diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang ekspor bagi produk sawit Indonesia dan mendukung keberlanjutan industri sawit secara keseluruhan. Hal ini juga menunjukkan bahwa industri sawit Indonesia mampu bersaing dalam pasar global, meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Fauzi menambahkan, โKami akan terus berupaya memberikan dukungan maksimal bagi distribusi barang dan memperkuat posisi kami sebagai simpul logistik penting di Sumatera Barat.โ Dengan langkah-langkah ini, industri sawit di Indonesia diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Sumber: