Proyeksi Penggunaan Biodiesel Indonesia 2026: Investasi dan Serapan CPO Meningkat Signifikan

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
Penggunaan biodiesel di Indonesia diperkirakan mencapai 19,52 juta kiloliter pada 2026, didukung oleh investasi besar dan peningkatan serapan CPO.
Indonesia mengantisipasi penggunaan biodiesel mencapai 19,52 juta kiloliter (KL) pada tahun 2026, dengan nilai investasi yang diproyeksikan mencapai hingga Rp290 triliun. Peningkatan ini didorong oleh kebijakan pemerintah dalam menerapkan program biodiesel B40, yang mulai berjalan sejak awal 2025, serta meningkatnya serapan minyak sawit mentah (CPO) untuk produksi biodiesel.
Implementasi program biodiesel B40 menjadi kunci utama dalam mendorong konsumsi biodiesel di Indonesia. Samuel Hamonangan Lubis, Manajer Industrialisasi Sales Pertamina Patra Niaga, menegaskan bahwa biodiesel berkelanjutan memiliki peran vital dalam ketahanan energi nasional. Ia menjelaskan bahwa skala produksi yang terus meningkat memberikan peluang besar bagi industri sawit dan petani, yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal.
Sejalan dengan itu, Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) memprediksi serapan CPO untuk produksi biodiesel di tahun 2025 akan mencapai 13,5 juta ton, meningkat 18% dibandingkan tahun sebelumnya. Alokasi FAME (Fatty Acid Methyl Ester) untuk program Public Service Obligation (PSO) dan sektor non-PSO menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung keberlangsungan program B40.
- Iklim Investasi Sawit Terkendala oleh Ketidakpastian Hukum dan Potensi Superfood (30 Maret 2026)
- Danantara Siap Danai Proyek Hilirisasi Kelapa Sawit dengan Kajian Mendalam (22 Februari 2026)
- Perkembangan Investasi dan Inovasi dalam Industri Kelapa Sawit di Indonesia (22 Februari 2026)
- Hilirisasi Sektor Investasi Indonesia Meningkat Signifikan di 2025 (23 Februari 2026)
Menurut Sekretaris Jenderal APROBI, Ernest Gunawan, distribusi FAME akan tetap berjalan sesuai rencana, dengan alokasi terbagi menjadi 7,55 juta kiloliter untuk PSO dan 8 juta kiloliter untuk non-PSO. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah dan pelaku industri berkomitmen untuk menjalankan program tersebut demi mencapai target penggunaan biodiesel yang lebih tinggi dan ramah lingkungan.
Peningkatan penggunaan biodiesel dan serapan CPO bukan hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan petani sawit. Dengan dukungan investasi yang signifikan, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pemimpin dalam industri biodiesel di tingkat global, sekaligus mendukung transisi energi terbarukan yang menjadi tren dunia saat ini.
Secara keseluruhan, kebijakan yang proaktif dalam mendukung penggunaan biodiesel di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Dengan strategi yang tepat, Indonesia berada di jalur yang benar untuk mencapai tujuan energi berkelanjutan di masa depan.
Sumber:
- Penggunaan Biodiesel 2026 Diproyeksikan Capai 19,52 Juta KL dengan Nilai Investasi Hingga Rp290 Triliun โ Hai Sawit (2025-03-24)
- APROBI: Serapan CPO untuk FAME 2025 Naik 18%, Capai 13,5 Juta Ton! โ Hai Sawit (2025-03-24)