Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Sertifikasi ISPO Dukung Industri Kelapa Sawit Indonesia

Eddy Abdurrachman menyampaikan pidato mengenai program BPDP untuk pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia.
Inisiatif pengembangan sumber daya manusia dan penguatan sertifikasi ISPO menjadi fokus utama dalam industri kelapa sawit di Indonesia, seiring dengan tantangan harga TBS yang terus berfluktuasi.
Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas pekebun kelapa sawit di Indonesia, berbagai program pelatihan dan sertifikasi sedang digalakkan, terutama di daerah perkebunan seperti Musi Banyuasin (Muba) dan Riau. PT Daya Guna Lestari (DGL) baru-baru ini menyelenggarakan pelatihan soft skill yang ditujukan untuk pekebun sawit di Muba, didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI.
Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 11 hingga 14 Juni 2025 ini melibatkan sekitar 70 peserta yang terbagi dalam dua pelatihan, yaitu Kepemimpinan dan Komunikasi serta Penumbuhan Kebersamaan Pekebun. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para pekebun agar lebih siap menghadapi tantangan di industri kelapa sawit dan meningkatkan kompetensi mereka dalam mengelola perkebunan.
Di sisi lain, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga berupaya memperkuat sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang merupakan langkah strategis untuk memacu perkembangan industri kelapa sawit dalam negeri. Dengan adanya Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025, Kemenperin tengah menyusun aturan teknis yang akan mendasari sertifikasi ISPO, memastikan bahwa praktik perkebunan kelapa sawit di Indonesia memenuhi standar keberlanjutan yang diharapkan.
- Reformasi Kebijakan dan Tantangan di Sektor Kelapa Sawit Indonesia (23 Februari 2026)
- Kebijakan Baru untuk Industri Sawit: Beasiswa dan Larangan Kerja Anak (30 Maret 2026)
- Program Peremajaan Sawit Rakyat Capai 408 Ribu Hektare, BPDP Salurkan Rp12 Triliun (15 Maret 2026)
- Pemerintah Indonesia Fokus pada Penertiban Hutan dan Pengaturan Ekspor Kelapa (23 Februari 2026)
Namun, di tengah upaya pengembangan sumber daya manusia dan sertifikasi yang semakin diperkuat, industri kelapa sawit juga menghadapi tantangan dalam harga Tandan Buah Segar (TBS). Dinas Perkebunan Provinsi Riau baru saja mengumumkan penurunan harga TBS mitra plasma sebesar 3,36% untuk periode 11 hingga 17 Juni 2025. Penurunan ini dipicu oleh kajian terbaru mengenai rendemen harga yang dikeluarkan oleh PPKS Medan.
Kepala Dinas Perkebunan Riau, Syahrial Abdi, menyatakan bahwa harga pembelian TBS untuk pekan mendatang ditetapkan menjadi Rp 3.311,98 per kilogram, dengan penurunan harga tertinggi terjadi pada kelompok umur 9 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada program pelatihan dan sertifikasi yang diupayakan, faktor eksternal seperti fluktuasi harga tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh para pekebun.
Dengan adanya sinergi antara berbagai pihak dalam pengembangan sumber daya manusia dan penguatan sertifikasi, diharapkan industri kelapa sawit Indonesia dapat menghadapi tantangan yang ada dengan lebih baik, serta meningkatkan daya saing di pasar global. Upaya ini tidak hanya bermanfaat bagi pekebun dan petani, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan hidup dan ekonomi nasional.
Sumber:
- BPDP dan Ditjenbun Dukung PT DGL Selenggarakan Pelatihan Soft Skill Bagi Pekebun Sawit MUBA โ Hortus (2025-06-11)
- Sinergi DGL, BPDP, dan Ditjenbun Tingkatkan Kapasitas Soft Skill Pekebun Sawit asal Muba โ Sawit Indonesia (2025-06-11)
- Kemenperin Perkuat Sertifikasi ISPO Pacu Perkembangan Industri Kelapa Sawit โ Sawit Indonesia (2025-06-11)
- TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma Riau Turun 3,36% โ Sawit Indonesia (2025-06-11)