Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit: Langkah Menuju Energi Terbarukan di Indonesia

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.
Indonesia memiliki potensi besar dalam memanfaatkan limbah kelapa sawit untuk produksi bioetanol, yang dapat mendukung kemandirian energi terbarukan.
(2025/06/26) Indonesia menyaksikan peningkatan perhatian terhadap pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai sumber energi terbarukan. Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Roni Maryana, mengungkapkan bahwa potensi bioetanol yang dapat dihasilkan dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) mencapai lebih dari 1,6 juta ton per tahun. Hal ini didasarkan pada ketersediaan limbah sawit yang melimpah, mencapai 50 juta ton setiap tahunnya.
Dalam sebuah orasi yang diadakan di Jakarta, Roni menjelaskan bahwa konversi TKKS menjadi bioetanol generasi kedua (G2) dapat menjadi alternatif yang efektif untuk mengatasi tantangan kemandirian energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia. Saat ini, pemerintah menargetkan pencapaian 23% EBT dalam bauran energi nasional pada tahun 2025, namun hingga akhir 2024, capaian tersebut baru mencapai 14,1%.
Roni menekankan pentingnya pemanfaatan biomassa lignoselulosa, seperti limbah kelapa sawit, dalam upaya mencapai target tersebut. Dengan memanfaatkan limbah ini, tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan dari limbah sawit itu sendiri.
- Inovasi dan Pertumbuhan: Dinamika Industri Kelapa Sawit Indonesia 2025 (23 Februari 2026)
- Inovasi dan Pemberdayaan dalam Industri Kelapa Sawit Indonesia: Dari Batik Sawit hingga Pelatihan Perempuan (23 Februari 2026)
- Transformasi Industri Kelapa Sawit Melalui Katalog 100 Produk UKMK (23 Februari 2026)
- Inovasi dan Tantangan dalam Industri Kelapa Sawit Indonesia di Kancah Global (23 Februari 2026)
Dalam konteks ini, Roni mengajak semua pihak untuk lebih memperhatikan inovasi dan penelitian dalam bidang energi terbarukan. Pengembangan bioetanol dari TKKS diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target energi nasional, serta meningkatkan nilai tambah bagi industri kelapa sawit itu sendiri.
Di tengah tantangan yang ada, langkah-langkah seperti ini menjadi krusial untuk mewujudkan kemandirian energi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan dukungan riset yang kuat dan kebijakan yang tepat, Indonesia dapat menjadi pionir dalam pemanfaatan energi terbarukan berbasis limbah sawit.
Sumber:
- BRIN: Potensi Bioetanol dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Capai 1,6 Juta Ton per Tahun โ Hai Sawit (2025-06-26)
- Peneliti BRIN Olah Tandan Kosong Sawit Menjadi Bioetanol Generasi Kedua โ Sawit Indonesia (2025-06-26)