BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Diplomasi & Negosiasi

Konflik India-Pakistan Berpotensi Guncang Ekspor CPO dan Batu Bara Indonesia

23 Februari 2026|Dampak konflik India-Pakistan
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Konflik India-Pakistan Berpotensi Guncang Ekspor CPO dan Batu Bara Indonesia

Prabowo menyampaikan pidato di PBB, membahas tantangan dan potensi industri kelapa sawit Indonesia.

Perang antara India dan Pakistan diprediksi akan berdampak signifikan terhadap ekspor minyak kelapa sawit dan batu bara Indonesia, memicu kekhawatiran di kalangan pengusaha.

Perang yang berkepanjangan antara India dan Pakistan berpotensi mengguncang sektor ekspor Indonesia, khususnya minyak kelapa sawit dan batu bara. Ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia ke India dan Pakistan mencapai total 8 juta ton per tahun, yang kini terancam akibat ketegangan yang terus meningkat di Asia Selatan.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Eddy Martono, menyatakan bahwa meskipun dampak perang masih belum terasa signifikan saat ini, potensi penurunan permintaan terhadap CPO Indonesia jelas terlihat jika konflik ini berlangsung lama. India merupakan importir terbesar kedua minyak sawit Indonesia, dengan volume ekspor sekitar 5 juta ton per tahun, sementara Pakistan menyerap sekitar 3 juta ton. Dalam situasi perang, kekhawatiran akan terjadinya penurunan permintaan dari kedua negara tersebut dapat menyebabkan stok minyak sawit Indonesia meningkat, yang pada gilirannya akan menekan harga di pasar internasional.

Analisis dari peneliti senior di Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Deni Friawan, juga menunjukkan bahwa konflik ini tidak hanya berdampak pada sektor kelapa sawit. Ia mencatat bahwa perang antara India dan Pakistan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan, mengingat India adalah salah satu tujuan ekspor terbesar Indonesia, menduduki posisi keempat setelah China, Amerika Serikat, dan Jepang. Ketidakpastian pasar yang ditimbulkan oleh konflik ini akan mempengaruhi berbagai komoditas yang diekspor, termasuk CPO dan batu bara.

Di sisi lain, sektor batu bara Indonesia juga menghadapi ancaman serupa. India adalah salah satu pengimpor batu bara terbesar dari Indonesia, dan perang yang berkepanjangan dapat mengalihkan anggaran pemerintah India dari pengadaan sumber daya energi, termasuk batu bara. Ketua Indonesian Mining Institute, Irwandy Arif, menegaskan bahwa jika konflik ini berlanjut, Indonesia dapat mengalami penurunan permintaan untuk batu bara, karena India mungkin akan lebih fokus pada pengeluaran untuk perang daripada pengadaan energi.

Secara keseluruhan, ketegangan yang meningkat antara India dan Pakistan memunculkan keresahan di kalangan para pengusaha Indonesia. Mereka dihadapkan pada tantangan untuk mencari pasar alternatif jika ekspor ke kedua negara tersebut terhambat. Dengan kondisi pasar yang tidak menentu, pelaku industri kelapa sawit dan batu bara harus bersiap untuk beradaptasi dengan dinamika baru yang mungkin muncul akibat konflik ini.

Sumber:

  • Harga CPO Indonesia Bisa Merosot Imbas Perang India-Pakistan โ€” Tempo (2025-05-11)
  • Perang India-Pakistan Ancam Ekspor CPO RI, Pengusaha Bersiap Cari Pasar Lain โ€” Detik (2025-05-11)
  • Perang India vs Pakistan Memanas, Apa Dampaknya ke Ekonomi RI โ€” Detik (2025-05-11)
  • Ekspor Batu Bara dan Sawit RI Terancam karena Perang India-Pakistan โ€” Kumparan (2025-05-11)