Konflik dan Kekerasan di Perkebunan Sawit: Kasus Tewasnya Warga SAD dan Pemukulan Ibu Rumah Tangga

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
Kasus kekerasan yang melibatkan warga Suku Anak Dalam dan anggota TNI AL di perkebunan sawit mengungkap kerawanan sosial di sektor ini. Insiden tersebut memicu reaksi dari aparat keamanan dan masyarakat.
Konflik di sektor perkebunan sawit kembali mengemuka dengan sejumlah insiden kekerasan yang melibatkan warga setempat dan aparat keamanan. Salah satu peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Tebo, Jambi, di mana seorang warga Suku Anak Dalam (SAD) bernama Pelajang (27) tewas dikeroyok oleh sekuriti perusahaan sawit dan warga setempat.
Peristiwa ini terjadi pada 29 April 2025, saat sekuriti dari PT PHK Makin Group melakukan patroli di kebun mereka setelah menerima informasi mengenai pencurian berondolan sawit. Sekelompok warga SAD ditemukan berteduh di pinggir kebun, dan tanpa investigasi lebih lanjut, mereka menjadi korban pengeroyokan. Pelajang, sebagai salah satu dari mereka, mengalami luka parah dan akhirnya meninggal di rumah sakit.
Polres Tebo segera mengambil tindakan dengan mengamankan dua sekuriti yang terlibat, yaitu Naskolani (61) dan Hendriyanto Setiawan (44), yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Kapolres Tebo, AKBP Triyanto, menyatakan bahwa situasi pasca-konflik telah kondusif, dengan penempatan 50 personel untuk menjaga keamanan di lokasi kejadian. Pihak kepolisian juga berkomunikasi dengan pemimpin kelompok SAD untuk mencegah konflik lebih lanjut.
- Kasus Korupsi CPO, Pencarian Pemuda Hilang, dan Pesta Kesenian Bali: Berita Terkini Indonesia (23 Februari 2026)
- Tragedi dan Kontroversi di Duren Sawit: Dari Kecelakaan Anak hingga Kesalahan Pendaftaran Sekolah (23 Februari 2026)
- Tindak Kriminal di Sumatera: Dari Serah Senpira hingga Pembunuhan Sadis (23 Februari 2026)
- Kisah Pembacokan Jaksa dan Kehilangan Identitas di Kampung Kembar (23 Februari 2026)
Insiden serupa juga terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, di mana dua ibu rumah tangga, Nur Hayati (40) dan Ema (45), dilaporkan mengalami pemukulan oleh seorang anggota TNI AL berinisial D. Kasus ini terjadi pada hari yang sama, 29 April 2025, ketika kedua korban sedang bekerja sebagai pengumpul berondolan sawit di perkebunan lokal. Anggota TNI yang bertugas sebagai pengawas kebun mengira mereka mencuri berondolan sawit sehingga melakukan tindakan kekerasan terhadap mereka.
Kuasa hukum korban menyatakan bahwa pemukulan tersebut terjadi tanpa penyelidikan yang memadai, dan setelah pertemuan antara kedua belah pihak, kasus ini akhirnya diselesaikan secara damai. Korban menerima permohonan maaf dari pelaku, dan laporan yang diajukan ke Pomal Lantamal I Belawan dicabut. Namun, pertanyaan mengenai sanksi terhadap anggota TNI tersebut masih belum terjawab.
Kedua insiden ini menyoroti kerawanan sosial yang terjadi di sektor perkebunan sawit di Indonesia, di mana konflik antara masyarakat lokal dan aparat keamanan seringkali berujung pada kekerasan. Hal ini menunjukkan perlunya dialog yang lebih baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan adil bagi semua pihak yang terlibat.
Sumber:
- Kronologi Warga SAD Tewas Dikeroyok Sekuriti-Warga di Tebo โ Detik (2025-05-02)
- Oknum TNI AL di Langkat Dilaporkan ke Pomal, Diduga Pukul Ibu-ibu di Kebun Sawit โ Kumparan (2025-05-02)
- Kasus Oknum TNI di Langkat Diduga Pukul Emak-emak Damai, Laporan Dicabut โ Kumparan (2025-05-02)
- Dikira Mencuri Berondolan Sawit, Dua IRT di Langkat Diduga Dipukul Anggota TNI AL โ Kompas (2025-05-02)
- Polres Tebo Pastikan Situasi Usai Konflik SAD Kondusif, 50 Personel Siaga โ Detik (2025-05-02)
- 2 Sekuriti yang Keroyok Warga SAD di Tebo Ditetapkan Tersangka-Ditahan โ Detik (2025-05-02)