BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Berita Harian

Kondisi Terkini di Kalimantan Tengah: Tindak Pidana, Hiburan Viral, dan Ancaman Satwa

23 Februari 2026|Kondisi Terkini Kalimantan Tengah
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kondisi Terkini di Kalimantan Tengah: Tindak Pidana, Hiburan Viral, dan Ancaman Satwa

Gambar menunjukkan pembuangan limbah pabrik kelapa sawit (POME) ke lingkungan, menyoroti dampak pengolahan industri kelapa sawit.

Berbagai peristiwa penting terjadi di Kalimantan Tengah dan sekitarnya, mulai dari penangkapan pelaku tindak pidana hingga insiden yang melibatkan satwa liar.

Dalam beberapa bulan terakhir, Kalimantan Tengah dan daerah sekitarnya telah menghadapi sejumlah insiden mencolok yang mencerminkan beragam isu sosial dan keamanan. Dari penangkapan pelaku tindak pidana hingga viralnya video seorang anggota DPRD yang menyawer DJ wanita, masyarakat dihadapkan pada realitas yang kompleks.

Polda Kalimantan Tengah baru-baru ini menggelar operasi besar-besaran yang dikenal sebagai Operasi Pekat Telabang 2025, yang berlangsung dari 1 hingga 12 Mei 2025. Dalam operasi ini, sebanyak 45 pelaku tindak pidana berhasil ditangkap, dengan 27 di antaranya terlibat dalam kasus penjarahan kelapa sawit. Kapolda Kalteng, Irjen Iwan Kurniawan, mengimbau masyarakat untuk tidak takut melapor jika melihat atau mengalami tindakan yang merugikan. Penangkapan ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam memberantas tindak kejahatan di wilayah tersebut.

Sementara itu, di Lampung Utara, insiden yang melibatkan anggota DPRD, Hatami, viral di media sosial. Dalam sebuah video, Hatami terlihat tengah asyik menyawer seorang DJ wanita saat acara sunatan keponakan. Ia mengklaim bahwa uang yang digunakannya adalah uang pribadi dari usaha perkebunan sawit dan perikanan, bukan dari anggaran pemerintah. Meskipun niat Hatami mungkin untuk menghibur, reaksi publik terhadap tindakannya cukup beragam. Ketua DPRD Lampung Utara, M Yusrizal, menyatakan akan memanggil Hatami untuk meminta klarifikasi terkait video tersebut dan menilai apakah tindakan tersebut melanggar etika dewan.

Di sisi lain, insiden tragis terjadi di Pasaman Barat, Sumatera Barat, di mana seorang warga bernama Depi Parizi tewas dimangsa buaya muara saat menyeberangi kanal perusahaan sawit. Jasadnya ditemukan setelah penyelamatan yang dilakukan oleh tim SAR setelah korban dilaporkan hilang seharian. Kepala Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, mengungkapkan bahwa korban diserang saat menyeberangi kanal dan rekan korban tidak dapat menyelamatkannya. Insiden ini mengingatkan masyarakat akan risiko yang ada di sekitar area perkebunan sawit yang berbatasan dengan habitat liar.

Di PALI, Sumatera Selatan, seorang remaja berinisial AN (15) ditangkap oleh Satres Narkoba Polres PALI setelah penggerebekan di sebuah pondok kebun sawit. Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan narkoba jenis sabu-sabu siap edar. Penangkapan ini menyoroti masalah narkoba yang semakin meresahkan di kalangan remaja, serta peran kebun sawit sebagai lokasi yang sering dijadikan tempat penyimpanan atau transaksi barang terlarang.

Insiden-insiden ini menciptakan gambaran yang beragam tentang kondisi sosial dan keamanan di Kalimantan Tengah dan wilayah sekitarnya. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan aktif melaporkan setiap tindakan yang mencurigakan kepada pihak berwenang. Sementara itu, peran pemerintah dan pihak berwenang dalam memberikan edukasi serta penegakan hukum yang tegas menjadi semakin penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.

Sumber:

  • 45 Pelaku Tindak Pidana di Kalteng Ditangkap, 27 dari Kasus Premanisme — Detik (2025-05-14)
  • Anggota DPRD Lampung Utara Buka Suara soal Viral Sawer DJ Wanita — Detik (2025-05-14)
  • Warga Pasaman Barat Tewas Dimangsa Buaya — Detik (2025-05-14)
  • Polisi Gerebek Pondok Kebun Sawit, Remaja 15 Tahun di PALI Diringkus — Detik (2025-05-14)