BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Diplomasi & Negosiasi

Kolaborasi Internasional Dukung Pertumbuhan Sektor Pertanian dan Ekspor Indonesia

22 Februari 2026|Kolaborasi internasional pertanian
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kolaborasi Internasional Dukung Pertumbuhan Sektor Pertanian dan Ekspor Indonesia

Prabowo menyampaikan pidato di PBB, membahas tantangan dan potensi industri kelapa sawit Indonesia.

Indonesia semakin memperkuat posisinya di pasar global melalui kolaborasi internasional, yang mendukung pertanian berkelanjutan dan peningkatan ekspor nonmigas.

Indonesia semakin memperkuat posisinya di pasar global dengan berbagai inisiatif kolaborasi internasional yang bertujuan meningkatkan daya saing sektor pertanian dan ekspor nonmigas. Dalam konteks ini, proyeksi impor minyak makan India dan peluncuran FAST Programme menjadi sorotan penting yang berpotensi mempengaruhi dinamika perdagangan Indonesia.

Dalam sebuah seminar internasional yang diadakan baru-baru ini, B. V. Mehta, Direktur Eksekutif The Solvent Extractors’ Association of India, memaparkan proyeksi impor minyak makan India untuk tahun 2023-24. Mehta menyampaikan bahwa total impor minyak makan India pada tahun 2022-23 mencapai 16,5 juta ton, namun diperkirakan akan mengalami penurunan menjadi sekitar 16,0 juta ton pada tahun 2023-24. Penurunan ini dipicu oleh ketersediaan minyak nabati domestik yang lebih baik, serta strategi pemerintah India yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor. Hal ini tentu akan berdampak pada pasar global, termasuk Indonesia yang merupakan salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia.

Sementara itu, pemerintah Indonesia dan Inggris juga menjalin kolaborasi melalui peluncuran Forest, Agriculture, and Sustainable Trade (FAST) Programme. Program ini diluncurkan untuk mendorong pertanian berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa Inggris telah menjadi mitra strategis bagi Indonesia dalam upaya memperkuat sektor pertanian nasional. Kerja sama ini mencakup berbagai inisiatif inovatif yang bertujuan untuk memperbaiki teknik pertanian dan mempromosikan praktik berkelanjutan di kalangan petani Indonesia.

Di sisi lain, kinerja ekspor nonmigas Indonesia juga menunjukkan perkembangan yang positif. Nilai ekspor perdagangan nonmigas Indonesia ke Mesir pada tahun 2024 mencapai USD1,52 miliar atau setara Rp24,78 triliun, meningkat sebesar 16,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Duta Besar RI untuk Mesir, Lutfi Raup, menyatakan bahwa capaian ini tidak hanya melampaui target yang ditetapkan pemerintah, tetapi juga mencatat rekor tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan dalam sektor perdagangan global, Indonesia mampu beradaptasi dan menemukan peluang baru di pasar internasional.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, baik dalam bidang pertanian berkelanjutan maupun peningkatan ekspor, Indonesia semakin memperkuat hubungannya di tingkat internasional. Kerja sama dengan negara-negara seperti Inggris dan proyeksi pasar dari negara-negara besar seperti India menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Keberhasilan dalam menjaga keseimbangan antara produksi domestik dan kebutuhan pasar global tentunya akan menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh semua pemangku kepentingan di sektor pertanian dan perdagangan.

Sumber:

  • Berikut Proyeksi Impor Minyak Makan India — Info Sawit (2025-02-22)
  • Kolaborasi Indonesia-Inggris, FAST Programme Dorong Pertanian Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan — Hai Sawit (2025-02-22)
  • Rekor Tertinggi, Ekspor Nonmigas Indonesia ke Mesir Capai Rp24,7 Triliun — MetroTV (2025-02-22)