BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Uni Eropa & EUDR

Kolaborasi Indonesia-Yordania dalam Sektor Pertanian: Kesepakatan CPO dan Rempah

23 Februari 2026|Kerja sama Indonesia-Yordania
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kolaborasi Indonesia-Yordania dalam Sektor Pertanian: Kesepakatan CPO dan Rempah

Purbaya memberikan pidato penting tentang kebijakan kelapa sawit di Kementerian Keuangan, didukung latar belakang bendera Indonesia.

Indonesia dan Yordania telah menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat kerja sama di sektor pertanian, termasuk ekspor kelapa sawit dan pengembangan tanaman gandum.

Indonesia dan Yordania baru-baru ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjalin kerja sama di sektor pertanian, yang diharapkan dapat menguntungkan kedua negara. Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Yordania pada April 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral ini.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertanian Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menandatangani MoU dengan Menteri Pertanian Yordania, Khaled Al Henefat, di Istana Al Husseiniya, Amman. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo dan Raja Yordania, Abdullah II bin Al-Hussein. Kesepakatan ini tidak hanya mencakup kerja sama di bidang pertanian, tetapi juga di sektor pertahanan, riset, pendidikan, dan keagamaan.

Menurut Amran, salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan tanaman gandum di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini akan melibatkan pertukaran informasi dan teknologi pertanian antara kedua negara, serta mengundang para ahli dari Yordania untuk berbagi pengetahuan. Hal ini menjadi langkah strategis mengingat Indonesia masih sangat bergantung pada impor gandum.

Lebih jauh lagi, Indonesia juga menawarkan kelapa sawit dan rempah-rempah sebagai komoditas unggulan dalam kerja sama ini. Dengan potensi lahan yang luas dan iklim tropis yang mendukung, Indonesia berharap dapat meningkatkan ekspor produk pertanian, terutama CPO (Crude Palm Oil) yang merupakan salah satu andalan industri pertanian nasional.

Kerja sama ini diharapkan bukan hanya dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian, tetapi juga dapat memperkuat ketahanan pangan di kedua negara. Amran menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam menciptakan inovasi dan teknologi baru yang dapat diterapkan dalam praktik pertanian di Indonesia.

Melalui nota kesepahaman ini, Indonesia dan Yordania berkomitmen untuk saling mendukung dalam bidang pertanian, yang merupakan sektor vital bagi perekonomian kedua negara. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan daya saing produk pertaniannya di pasar internasional, sekaligus membantu Yordania dalam diversifikasi sumber pangan mereka.

Kerja sama ini merupakan langkah signifikan dalam memperluas jaringan perdagangan dan investasi Indonesia di kawasan Timur Tengah, serta menunjukkan komitmen Indonesia untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan pertanian di tingkat global.

Sumber:

  • Yordania Tertarik Teknologi Pertanian Tropis, Indonesia Siap Tawarkan Sawit dan Rempah โ€” Hai Sawit (2025-04-17)
  • Mentan Andi Amran Sulaiman Tandatangani MoU Kerja Sama Pertanian Dengan Menteri Pertanian Yordania โ€” Sawit Indonesia (2025-04-17)
  • Mentan Amran Sebut Indonesia-Jordania Sepakati Kerja Sama Pertanian dan Ekspor CPO โ€” Kontan (2025-04-17)