BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Ekspor Produk Hilir

Kerja Sama IMT-GT Memperkuat Hilirisasi Kelapa Sawit di Asia Tenggara

22 Februari 2026|Hilirisasi kelapa sawit ASEAN
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kerja Sama IMT-GT Memperkuat Hilirisasi Kelapa Sawit di Asia Tenggara

Gambar menunjukkan minyak goreng berkualitas tinggi, produk hilir penting dari industri kelapa sawit Indonesia yang terus berkembang.

Indonesia, Malaysia, dan Thailand berkolaborasi untuk memperkuat hilirisasi industri kelapa sawit, menghadapi tantangan global serta meningkatkan daya saing di pasar ekspor.

Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam kerangka kerja sama kelapa sawit yang berlangsung pada IMT-GT Strategic Planning Meeting 2025 di Putrajaya, Malaysia. Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat hilirisasi dan memperluas pasar ekspor produk kelapa sawit di Asia Tenggara.

Rapat yang digelar pada 25-27 Februari 2025 ini membahas berbagai inisiatif strategis, termasuk penguatan sektor hulu dan hilir untuk meningkatkan daya saing industri kelapa sawit di kawasan. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi, menyatakan bahwa sektor kelapa sawit menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kebijakan dari negara-negara konsumen yang semakin ketat, seperti yang diimplementasikan oleh Uni Eropa.

Langkah kerja sama ini diharapkan dapat menjadi respons terhadap hambatan yang ada, serta memfasilitasi pertumbuhan ekonomi di ketiga negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Dengan adanya MoU ini, ketiga negara sepakat untuk saling mendukung dalam pengembangan teknologi dan praktik berkelanjutan dalam produksi kelapa sawit, sehingga dapat memenuhi standar internasional dan meningkatkan citra produk sawit di pasar global.

Selain itu, perluasan pasar ekspor menjadi fokus utama, mengingat permintaan terhadap minyak nabati, termasuk minyak sawit, terus meningkat. Dalam konteks ini, penting bagi negara-negara penghasil untuk bekerja sama dalam hal inovasi produk dan akses pasar, guna mempertahankan posisi mereka di industri global yang semakin kompetitif.

Sementara itu, di level internasional, tantangan lain juga muncul, seperti rencana India untuk meningkatkan pajak impor minyak nabati. Kebijakan tersebut dapat berdampak pada produk sawit Indonesia, yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan. Dengan demikian, kolaborasi antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand menjadi semakin penting untuk menghadapi berbagai dinamika pasar internasional.

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup isu-isu lingkungan dan keberlanjutan. Dalam beberapa tahun terakhir, industri kelapa sawit telah menghadapi banyak kritik terkait deforestasi dan dampak lingkungan lainnya. Oleh karena itu, ketiga negara berkomitmen untuk menjadikan keberlanjutan sebagai bagian integral dari strategi hilirisasi mereka.

Dengan langkah konkret yang diambil dalam pertemuan ini, diharapkan industri kelapa sawit di Asia Tenggara dapat bertransformasi menjadi sektor yang lebih kompetitif dan berkelanjutan, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif di ketiga negara tersebut.

Sumber:

  • Kerja Sama IMT-GT Perkuat Hilirisasi Kelapa Sawit di Asia Tenggara — Hai Sawit (2025-02-28)