BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Kenaikan Harga TBS Sawit dan Upaya Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

22 Februari 2026|Kenaikan Harga TBS Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kenaikan Harga TBS Sawit dan Upaya Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di beberapa provinsi Indonesia menunjukkan tren kenaikan, mencerminkan dinamika pasar yang positif di sektor perkebunan.

Indonesia menyaksikan kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di berbagai provinsi, termasuk Riau, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. Berdasarkan data terbaru, harga TBS di Riau untuk periode 19-25 Februari 2025 tercatat mencapai Rp 3.564,90 per kg untuk sawit umur 9 tahun, setelah mengalami kenaikan sebesar Rp 136,09 per kg. Di sisi lain, Sumatera Utara juga mencatatkan kenaikan harga TBS menjadi Rp 3.580 per kg, naik dari Rp 3.517 per kg pada periode sebelumnya.

Kenaikan harga ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi petani sawit swadaya yang selama ini bergantung pada harga pasar untuk meningkatkan pendapatan mereka. Dinas Perkebunan di masing-masing provinsi mencatatkan rincian harga TBS berdasarkan umur tanaman, dengan harga yang bervariasi dari Rp 2.753,96 per kg untuk sawit umur 3 tahun di Riau hingga Rp 3.525,41 per kg untuk sawit berumur 10-20 tahun.

Selain itu, Sumatera Selatan juga tidak ketinggalan dalam tren kenaikan harga TBS, dengan harga sawit umur 10-20 tahun meningkat menjadi Rp 3.464,78 per kg, setelah mengalami kenaikan sebesar Rp 134,99 per kg. Hal ini menunjukkan bahwa pasar sawit nasional sedang dalam kondisi yang menguntungkan, meskipun tantangan tetap ada di sektor ini.

Di tengah fluktuasi harga TBS, langkah-langkah untuk mendorong keberlanjutan dalam industri sawit terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan menggelar Uji Kompetensi bagi Penangkar Benih Sawit yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Perkebunan dan Hortikultura (LSP-PHI). Uji kompetensi ini bertujuan untuk memastikan bahwa penangkar benih sawit memiliki keahlian yang diperlukan dalam mendukung pertumbuhan industri sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Tak hanya itu, pemberdayaan perempuan dalam sektor pertanian juga menjadi fokus utama di Kalimantan Timur, di mana sebanyak 40 peserta mengikuti workshop yang berfokus pada penguatan kelembagaan usaha kecil menengah (UKMK) sawit. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan dan energi, sekaligus memperkuat posisi perempuan dalam ekonomi lokal.

Dalam upaya mendukung keberlanjutan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga tengah mengembangkan varietas sawit yang tahan terhadap penyakit Ganoderma. Penelitian ini penting untuk mengatasi salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh petani sawit, memastikan bahwa tanaman dapat bertahan dan produktif di tengah ancaman penyakit.

Dengan dinamika harga yang positif dan berbagai inisiatif untuk mendorong keberlanjutan, masa depan industri kelapa sawit di Indonesia tampak menjanjikan. Namun, perhatian terus diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara keuntungan ekonomi dan tanggung jawab lingkungan.

Sumber:

  • Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 19-25 Februari 2025 Tertinggi Rp 3.564,90 per kg โ€” Info Sawit (2025-02-19)
  • Harga TBS Sawit di Sumut Naik Lagi Pekan Ini, Cek Rinciannya โ€” Detik (2025-02-19)
  • Harga TBS Sawit Sumsel Periode II-Februari 2025 Naik Rp 134,99 per Kg โ€” Info Sawit (2025-02-19)
  • Pemberdayaan Perempuan dalam Mendukung Kemandirian Pangan dan Energi โ€” Sawit Indonesia (2025-02-19)
  • Mendukung Sawit Berkelanjutan, LSP-PHI Gelar Uji Kompetensi Penangkar Benih Sawit โ€” Hortus (2025-02-19)
  • Dengan Metode GWAS, BRIN Siapkan Varietas Sawit Tahan Ganoderma โ€” Media Perkebunan (2025-02-19)