Kementerian Perindustrian Percepat Sertifikasi ISPO untuk Hilir Sawit di 2027

Gambar ini menunjukkan logo ISPO, sertifikasi untuk industri kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia.
Kementerian Perindustrian mempercepat sertifikasi ISPO untuk industri hilir sawit mulai 2027, sejalan dengan upaya mendukung keberlanjutan dan daya saing produk sawit Indonesia.
(2026/04/11) Kementerian Perindustrian Indonesia mengumumkan percepatan implementasi Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk industri hilir kelapa sawit yang akan berlaku mulai 2027. Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia di pasar global dan menjawab tuntutan keberlanjutan dari negara-negara tujuan ekspor.
Kementerian Perindustrian, melalui Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita, menekankan pentingnya sektor agro, termasuk kelapa sawit, yang berkontribusi signifikan terhadap PDB nasional. Dengan luas lahan mencapai lebih dari 16 juta hektare, industri kelapa sawit menjadi salah satu pilar utama dalam transformasi ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, penerapan sertifikasi ISPO diharapkan dapat memperkuat tata kelola yang berkelanjutan dan meningkatkan reputasi produk sawit Indonesia di pasar internasional.
Selain itu, pemerintah Malaysia juga memberikan insentif sebesar RM3.5 juta untuk mendukung peniaga kelapa sawit agar memperoleh pensijilan Minyak Sawit Mampan Malaysia (MSPO). Insentif ini diharapkan dapat mendorong peniaga untuk meningkatkan praktik keberlanjutan dalam pengelolaan kebun sawit mereka.
- Penjelasan Penundaan Dana Peremajaan Sawit Rakyat dan Kebijakan Pemerintah Terkait Sektor Kelapa Sawit (22 Februari 2026)
- Pemerintah Kaji Ulang Harga Eceran Tertinggi Minyakita (27 April 2026)
- PTPN IV PalmCo Capai PSR 2.287 Hektare, Gubernur Babel Dorong Kerja Sama Koperasi (21 April 2026)
- Kebijakan Berlapis Dukung Keberlanjutan dan Daya Saing Industri Sawit (13 April 2026)
Percepatan implementasi sertifikasi ISPO ini juga akan dilakukan melalui skema akreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN), yang bertujuan untuk memastikan bahwa produk sawit Indonesia memenuhi standar internasional dalam hal keberlanjutan. Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk memastikan bahwa semua produk dari hulu hingga hilir dalam industri kelapa sawit memenuhi kriteria keberlanjutan yang ketat.
Langkah strategis ini tidak hanya berfokus pada peningkatan daya saing produk sawit, tetapi juga pada upaya untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan adanya sertifikasi ISPO, diharapkan industri sawit Indonesia dapat bersaing secara sehat di pasar global dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh negara-negara tujuan ekspor.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, Kementerian Pertanian juga mendorong penguatan Sistem Integrasi Sapi–Kelapa Sawit (SISKA) untuk meningkatkan produktivitas peternak dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan mengintegrasikan sektor peternakan dan perkebunan, diharapkan akan tercipta efisiensi dan keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya pertanian di Indonesia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menekankan, "Kami percaya bahwa dengan menerapkan sertifikasi ISPO, industri hilir kelapa sawit Indonesia akan semakin berdaya saing dan dapat memenuhi ekspektasi global terhadap keberlanjutan produk sawit. Ini adalah langkah penting untuk masa depan industri sawit kita di kancah internasional.”
Sumber:
- RM3.5 juta galak peniaga kelapa sawit peroleh pensijilan MSPO - Utusan Malaysia — utusan.com.my
- Menperin Agus Gumiwang Percepat Sertifikasi ISPO untuk Industri Hilir Sawit, Berlaku Mulai 2027 — Tribunnews
- Kemenperin Percepat Sertifikasi ISPO Hilir Sawit Lewat Skema KAN - RM.ID — rm.id
- Kemenperin akselerasi sertifikasi ISPO industri hilir sawit lewat KAN - Elshinta — elshinta.com
- Kemenperin akselerasi sertifikasi ISPO industri hilir sawit lewat KAN — Antara
- Dongrak Produktivitas Peternak, Kementan Dorong Penguatan Sistem Integrasi Sapi–Kelapa Sawit — Agrofarm