BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Konservasi

Kembali Digelar, ICOPE 2025 Fokus pada Keberlanjutan Kelapa Sawit

22 Februari 2026|Keberlanjutan Kelapa Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kembali Digelar, ICOPE 2025 Fokus pada Keberlanjutan Kelapa Sawit

Foto aerial menunjukkan kebun sawit yang luas di Indonesia, menyoroti perkembangan industri kelapa sawit yang pesat.

Konferensi Internasional Kelapa Sawit dan Lingkungan (ICOPE) akan kembali diselenggarakan pada Februari 2025 di Bali, mengusung tema keberlanjutan dan pertanian ramah lingkungan.

Setelah vakum selama tujuh tahun, Konferensi Internasional Kelapa Sawit dan Lingkungan (International Conference of Oil Palm and Environment – ICOPE) kembali digelar pada 12-14 Februari 2025 di Bali. Konferensi yang ke-7 ini akan menjadi platform penting bagi akademisi, pemangku kepentingan, dan praktisi dalam industri kelapa sawit untuk membahas isu-isu vital terkait keberlanjutan serta dampak lingkungan dari praktik pertanian kelapa sawit.

ICOPE 2025 mengusung tema “Transformasi Agro-Ekologis Kelapa Sawit: Menuju Pertanian yang Ramah Iklim dan Lingkungan”. Tema ini mencerminkan kebutuhan mendesak untuk beradaptasi dengan perubahan iklim dan meminimalkan dampak negatif dari industri kelapa sawit terhadap lingkungan. Jean-Pierre Caliman, Chairman ICOPE 2025, menyatakan bahwa konferensi ini akan mengumpulkan berbagai suara dari pemerintah, perusahaan swasta, serta LSM untuk merumuskan langkah-langkah konkret menuju keberlanjutan sektor ini.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007, ICOPE telah menjadi forum yang memungkinkan semua pemangku kepentingan untuk terlibat dalam dialog yang konstruktif mengenai penelitian ilmiah dan praktik terbaik dalam industri kelapa sawit. Caliman menambahkan bahwa keterlibatan berbagai pihak sangat penting untuk mencapai tujuan bersama dalam menciptakan industri kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Konferensi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat diimplementasikan di seluruh dunia serta memfasilitasi kolaborasi antara negara-negara penghasil kelapa sawit. Hal ini penting mengingat kelapa sawit merupakan salah satu komoditas utama yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian banyak negara, termasuk Indonesia dan Malaysia.

ICOPE 2025 juga akan menjadi kesempatan bagi para ilmuwan dan peneliti untuk mempresentasikan hasil penelitian terbaru mereka yang berkaitan dengan keberlanjutan dan inovasi dalam praktik pertanian kelapa sawit. Diskusi mengenai teknologi baru dan cara-cara untuk meningkatkan produktivitas sambil melindungi lingkungan akan menjadi fokus utama dalam konferensi ini.

Dengan meningkatnya kesadaran global akan isu-isu lingkungan, pelaksanaan ICOPE 2025 diharapkan dapat memberikan pencerahan dan solusi bagi tantangan yang dihadapi oleh industri kelapa sawit. Inisiatif ini menjadi langkah penting menuju transformasi yang lebih berkelanjutan dalam pertanian kelapa sawit dan perlindungan lingkungan.

Sumber:

  • ICOPE Kembali Digelar 12 – 14 Februari 2025 — Media Perkebunan (2025-02-06)