BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Teknologi & Inovasi

Integrasi Sawit dan Sapi: SISKA KU INTIP Menjadi Role Model Ketahanan Pangan Nasional

22 Februari 2026|Integrasi sawit dan sapi
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Integrasi Sawit dan Sapi: SISKA KU INTIP Menjadi Role Model Ketahanan Pangan Nasional

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Program SISKA KU INTIP di Kalimantan Selatan menunjukkan potensi besar dalam mengintegrasikan industri kelapa sawit dan peternakan sapi untuk mendukung ketahanan pangan di Indonesia.

Kalimantan Selatan menghadirkan inovasi yang berpotensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program SISKA KU INTIP. Program yang dikelola oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel ini telah diakui sebagai role model nasional dalam integrasi kelapa sawit dan peternakan sapi. Dengan tujuan meningkatkan swasembada sapi, SISKA KU INTIP berperan penting sebagai penyangga pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dikenal sebagai Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma, program ini mengedepankan kemitraan antara petani kelapa sawit dan peternak sapi. Suparmi, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan, menjelaskan bahwa program ini diatur berdasarkan Peraturan Gubernur Kalsel Nomor 053 Tahun 2021. Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat swasembada sapi dengan memanfaatkan lahan kelapa sawit yang ada, sehingga menciptakan sinergi antara dua sektor yang sebelumnya dianggap terpisah.

Melalui SISKA KU INTIP, petani kelapa sawit tidak hanya mendapatkan penghasilan dari hasil panen sawit, tetapi juga dapat memelihara sapi yang dapat meningkatkan pendapatan mereka. Sapi yang dipelihara di lahan kelapa sawit berfungsi untuk mengolah sisa-sisa perkebunan menjadi pupuk alami yang meningkatkan kesuburan tanah. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Kehadiran SISKA KU INTIP diharapkan dapat menjadi contoh bagi provinsi lain dalam mengembangkan program serupa. Konsep integrasi ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara sektor pertanian dan peternakan dapat menciptakan sistem yang lebih efisien dan produktif. Selain itu, keberhasilan program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor daging sapi, sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi daging dalam negeri.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mempromosikan program ini, termasuk memberikan pelatihan kepada petani dan peternak agar mereka dapat mengelola integrasi ini dengan baik. Dengan dukungan yang tepat, SISKA KU INTIP bisa menjadi model yang tidak hanya bermanfaat bagi Kalimantan Selatan, tetapi juga dapat diterapkan di seluruh Indonesia, mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Sumber:

  • SISKA KU INTIP, Role Model Nasional dalam Integrasi Sawit-Sapi untuk K... — Hai Sawit (2024-07-16)