BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Teknologi & Inovasi

Inovasi Teknologi dan Keberlanjutan dalam Industri Kelapa Sawit Indonesia di SIEXPO dan TPOMI 2025

23 Juli 2025|Inovasi Teknologi Kelapa Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Inovasi Teknologi dan Keberlanjutan dalam Industri Kelapa Sawit Indonesia di SIEXPO dan TPOMI 2025

Produk kosmetik berbahan dasar kelapa sawit menunjukkan potensi hilirisasi yang menjanjikan dalam industri sawit Indonesia.

Pameran SIEXPO 2025 dan TPOMI 2025 menjadi ajang penting untuk memamerkan teknologi dan inovasi baru dalam industri kelapa sawit, dengan fokus pada keberlanjutan dan efisiensi.

(2025/07/23) Indonesia menyaksikan perkembangan signifikan dalam industri kelapa sawitnya melalui dua acara besar, yaitu 3rd Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2025 dan 3rd TPOMI 2025. Keduanya menjadi platform strategis untuk memperkenalkan teknologi dan inovasi yang mendukung keberlanjutan dalam sektor ini.

SIEXPO 2025 akan berlangsung dari 7 hingga 9 Agustus 2025 di Pekanbaru, Riau, dengan tema "Inovasi Teknologi dan Produk Sawit Bernilai Tambah untuk Indonesia Emas 2045". Pameran ini diikuti oleh 166 exhibitor dan bertujuan untuk mendukung target pemerintah mencapai produksi sawit nasional sebanyak 100 juta ton pada tahun 2045. Manager Marketing SIEXPO 2025, Yasin Permana, mengungkapkan bahwa acara ini tidak hanya akan menampilkan teknologi pengolahan dan peralatan perkebunan terkini, tetapi juga perusahaan-perusahaan terkemuka yang membawa inovasi digitalisasi, termasuk penggunaan drone dan artificial intelligence untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam pengelolaan kelapa sawit.

Di sisi lain, pada 3rd TPOMI 2025, Andrew Liew dari YKL Engineering Sdn Bhd memperkenalkan Solid Removal Oil Recovery System (SORS) dan Solid Removal and Oil Recovery System (SRORS) yang dapat diimplementasikan tanpa adanya investasi modal awal dari pabrik. Solusi ini bertujuan untuk memulihkan residual oil dari pembuangan pabrik yang selama ini dijual sebagai waste oil. Melalui pendekatan ini, investasi sepenuhnya ditanggung oleh YKL, sehingga pabrik tidak perlu menyediakan dana di awal. Pabrik akan mendapatkan kompensasi dari minyak yang berhasil direcover, yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan waste oil.

Keuntungan dari teknologi ini tidak hanya terletak pada aspek finansial, tetapi juga pada pengurangan dampak lingkungan. Dengan pemulihan minyak yang efisien, kolam limbah pabrik dapat dibersihkan dari minyak dan suspensi padat, yang pada gilirannya mengurangi Chemical Oxygen Demand (COD) dan emisi metana. Hal ini sejalan dengan upaya industri untuk meningkatkan keberlanjutan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Dengan adanya inovasi teknologi di SIEXPO dan solusi ramah lingkungan yang ditawarkan dalam TPOMI 2025, industri kelapa sawit Indonesia menunjukkan komitmennya untuk beradaptasi dengan tuntutan global akan keberlanjutan dan efisiensi. Para pelaku industri diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan daya saing dan berkontribusi pada pencapaian target produksi yang ambisius pada tahun 2045.

Sumber:

  • Teknologi Digitalisasi, Drone, dan Artificial Intelligence Bakal Tampil di SIEXPO 2025 โ€” Sawit Indonesia (2025-07-23)
  • 3rd TPOMI 2025, YKL Tawarkan Pemadangan SORS pada TKS Tanpa Investasi โ€” Media Perkebunan (2025-07-23)
  • 3rd TPOMI 2025, YKL Tawarkan Pemasangan SRORS pada TKS Tanpa Investasi โ€” Media Perkebunan (2025-07-23)