Inovasi Layanan Sertifikasi Benih Sawit Daring di Kalimantan Selatan

Kebun pembibitan sawit yang teratur menunjukkan upaya peningkatan produksi kelapa sawit di Indonesia untuk memenuhi permintaan global.
Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Kalimantan Selatan meluncurkan layanan sertifikasi benih sawit secara daring, namun tantangan literasi digital menjadi kendala utama.
Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Kalimantan Selatan (Disbunnak Kalsel) memperkenalkan layanan sertifikasi benih sawit secara daring, sebuah langkah inovatif yang bertujuan untuk mempermudah para penangkar benih. Layanan ini diluncurkan dengan menggunakan Google Form sebagai sarana pengajuan permohonan, memfasilitasi aksesibilitas bagi penangkar yang ingin mendaftarkan benih mereka.
Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan (BPSBP) Kalsel, Arif Purnomosidi, menyatakan bahwa meskipun sistem ini telah resmi dijalankan sejak 14 Mei 2025, pelaksanaannya belum berjalan optimal. Tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi digital di kalangan penangkar. Banyak penangkar yang lebih memilih berkomunikasi melalui aplikasi pesan singkat, seperti WhatsApp, dibandingkan menggunaka Google Form untuk pengajuan sertifikasi.
Selain itu, Disbunnak Kalsel juga memberikan layanan rekomendasi izin usaha produksi benih kelapa sawit. Layanan ini bertujuan untuk menata pasar dan menjaga kualitas benih yang beredar, serta menekan peredaran benih ilegal. Arif menekankan pentingnya mendorong penangkar untuk menjadi penangkar resmi, menggunakan benih unggul bersertifikat dari BPSBP. Langkah ini bertujuan untuk memastikan legalitas dan keaslian benih yang ditanam, yang sangat penting bagi keberlanjutan industri kelapa sawit di daerah tersebut.
- Edukasi Benih Sawit Bersertifikat Didorong di Papua Barat untuk Perkebunan Berkelanjutan (22 Februari 2026)
- Kelompok Tani Bengkalis Memanfaatkan Aplikasi Babebun untuk Akses Benih Unggul (22 Februari 2026)
- Indonesia Siapkan 83 Varietas Unggul Sawit Hadapi Tantangan Global (20 Maret 2026)
- Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia: Menuju Keberlanjutan dan Produktivitas (22 Februari 2026)
Meskipun banyak penangkar yang menunjukkan ketertarikan untuk mendaftar sebagai penangkar resmi, tantangan di lapangan tetap besar. Maraknya peredaran benih kelapa sawit ilegal menjadi salah satu isu yang harus diatasi, agar industri ini dapat beroperasi secara sehat dan berkelanjutan. Dengan adanya layanan daring ini, diharapkan penangkar dapat lebih mudah dalam mengakses informasi dan melakukan pengajuan sertifikasi, sehingga kualitas benih yang dihasilkan dapat meningkat.
Pihak Disbunnak Kalsel berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para penangkar mengenai pentingnya penggunaan platform daring dan legalitas benih. Dalam waktu dekat, mereka akan mengadakan workshop untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan penangkar dalam menggunakan sistem sertifikasi yang baru ini.
Dengan langkah-langkah inovatif dan upaya peningkatan literasi digital, diharapkan industri kelapa sawit di Kalimantan Selatan dapat berkembang lebih baik, berdaya saing, dan berkelanjutan di masa depan.
Sumber:
- Layanan Sertifikasi Benih Sawit di Kalsel Bisa Diajukan Secara Daring untuk Mempermudah Penangkar Sawit โ Hai Sawit (2025-05-15)
- Disbunnak Kalsel Berikan Layanan Rekomendasi Izin Usaha Benih Kelapa Sawit โ Sawit Indonesia (2025-05-15)
- Disbunnak Kalsel Menerapkan Layanan Sistem Sertifikasi Secara Daring Bagi Penangkar Benih Kelapa Sawit โ Sawit Indonesia (2025-05-15)