Inovasi Berkelanjutan: Mahasiswa UMM Ubah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi

Proses penuangan minyak bekas memasak (UCO) ke dalam wadah, menggambarkan limbah minyak goreng dari industri kelapa sawit.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang menciptakan solusi inovatif dengan mengubah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, memberikan harapan baru dalam pengelolaan limbah.
Upaya untuk mengatasi masalah limbah lingkungan semakin meningkat, dengan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil langkah inovatif dalam mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Minyak jelantah dikenal sebagai salah satu penyumbang terbesar pencemaran lingkungan, sering kali dibuang sembarangan ke tanah atau saluran air, yang tentu berbahaya untuk kesehatan.
Koordinator tim dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Alvinda Wijaya, menjelaskan bahwa proyek ini lahir dari mata kuliah Gerakan Sosial, di mana mereka berusaha menemukan solusi kreatif untuk masalah limbah. “Minyak jelantah ini seringkali terabaikan, padahal bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat,” ujarnya. Dengan bimbingan dosen Ruli Inayah, mahasiswa berhasil menciptakan lilin aromaterapi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.
Inovasi ini tidak hanya sekadar menciptakan produk baru, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah. Lilin aromaterapi yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai pengharum ruangan, tetapi juga membawa pesan penting tentang keberlanjutan dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
- Minyak Sawit Merah: Nutrisi Tinggi dan Potensi Kesehatan di Indonesia (3 April 2026)
- Inovasi BPDP untuk Sawit: Dari Tekstil Ramah Lingkungan hingga Dukungan Riset (3 April 2026)
- Inovasi dan Tantangan dalam Industri Kelapa Sawit Indonesia di Kancah Global (23 Februari 2026)
- Dukungan Biosekuriti dan Pendidikan SDM: Kunci Masa Depan Industri Sawit Indonesia (21 Maret 2026)
Lebih jauh lagi, inisiatif ini mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan daur ulang dan pengurangan limbah, yang menjadi isu global saat ini. UMM, melalui karya mahasiswa ini, menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat berkontribusi secara langsung pada lingkungan dan masyarakat.
Dengan adanya inovasi seperti ini, diharapkan akan ada lebih banyak penelitian dan proyek serupa yang dapat mengatasi masalah limbah di Indonesia. Hal ini menunjukkan potensi besar dari mahasiswa untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat, serta pentingnya kolaborasi antara akademisi dan industri untuk mendorong praktik berkelanjutan.
Sumber:
- Universitas Muhammadiyah Malang Ubah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi — Sawit Indonesia (2025-06-12)