Indonesia Perkuat Posisi Perdagangan Global dengan Kesepakatan Baru

Bahlil Lahadalia berbicara kepada wartawan tentang industri kelapa sawit dan rencana energi sebagai Menteri ESDM 2025-2026.
Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan dalam perdagangan global dengan kesepakatan baru, termasuk perjanjian perdagangan bebas dengan Rusia dan penyelesaian negosiasi dengan Uni Eropa.
(2025/06/20) Indonesia menyaksikan kemajuan yang signifikan dalam kiprah perdagangannya di kancah global, yang ditandai dengan beberapa kesepakatan strategis baru. Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan bahwa negara ini telah berhasil mencatat surplus perdagangan dengan berbagai negara, suatu pencapaian yang sebelumnya sulit diraih. Dalam peluncuran Laporan Perdagangan dan Investasi Berkelanjutan 2025, Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Internasional Kemendag, Olvy Andrianita, menyatakan bahwa meskipun Indonesia mengalami kesulitan di masa lalu, kini negara ini mulai menunjukkan kemajuan yang membuat sejumlah pihak tidak senang.
Di tengah perkembangan ini, Indonesia juga mengumumkan kemajuan dalam negosiasi perjanjian perdagangan bebas dengan Eurasian Economic Union (EAEU). Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, menghasilkan kesepakatan untuk mempercepat perjanjian Indonesia-EAEU FTA. Kesepakatan ini diharapkan dapat membuka akses pasar senilai Rp99 triliun dan mengurangi tarif ekspor. Prabowo menyatakan optimisme terhadap dampak positif dari perjanjian ini, yang diharapkan akan menciptakan peluang baru bagi kedua negara dalam hal perdagangan.
Selain itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa Indonesia telah menyelesaikan negosiasi secara substansi untuk Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Proses ini, yang telah berlangsung hampir satu dekade, kini hanya tinggal menyelesaikan penjabaran teknis dalam bentuk naskah resmi. Budi menjelaskan bahwa negosiasi ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk hambatan non tarif yang dikenakan oleh Uni Eropa terhadap komoditas unggulan Indonesia, seperti kelapa sawit dan nikel.
- Perkembangan Ekonomi Indonesia: Dari Diplomasi Dagang hingga Ekspor Cangkang Sawit (23 Februari 2026)
- Ekspor CPO Indonesia Tertekan oleh Ketegangan di Timur Tengah (27 Maret 2026)
- Dampak Perang Dagang dan Kerja Sama Internasional Terhadap Industri Kelapa Sawit Indonesia (23 Februari 2026)
- Perkembangan Strategis Kelapa Sawit Indonesia di Tengah Dinamika Global (23 Februari 2026)
Coordinating Minister for Economic Affairs, Airlangga Hartarto, menambahkan bahwa kesepakatan dengan EAEU ini tidak hanya akan meningkatkan permintaan untuk komoditas ekspor Indonesia, tetapi juga diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perekonomian nasional secara keseluruhan. Ia berharap proses penandatanganan perjanjian dapat segera dilakukan tahun ini, mengingat nilai perdagangan antara Indonesia dan EAEU telah meningkat pesat menjadi $1,6 miliar pada bulan Maret lalu.
Secara keseluruhan, langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat posisi perdagangan globalnya dan menjalin kerja sama yang lebih baik dengan berbagai mitra dagang. Dengan adanya kesepakatan baru, diharapkan Indonesia dapat memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonominya di pasar internasional.
Sumber:
- Kemendag soal Kiprah Dagang RI: Membaik, Surplus dengan Banyak Negara — CNN (2025-06-20)
- Prabowo dan Putin Sepakati Percepatan FTA Indonesia–Eurasia, Buka Akses Pasar Rp99 Triliun — TVOne (2025-06-20)
- Mendag Ungkap IEU-CEPA Secara Substansi Telah Rampung — Sawit Indonesia (2025-06-20)
- Indonesia expects to sign free trade deal with Russia-led union this year, minister says — Straits Time (2025-06-20)