Indonesia dan Malaysia Bersinergi dengan FAO untuk Standar Keberlanjutan Minyak Sawit Global

Prabowo memberikan pidato terkait industri kelapa sawit Indonesia menjelang pemilu 2026, menekankan pentingnya keberlanjutan sawit.
Indonesia dan Malaysia berkolaborasi dengan FAO untuk menyusun standar keberlanjutan global bagi industri minyak sawit, mengatasi tantangan dari regulasi Uni Eropa.
(2026/02/23) Dalam upaya meningkatkan keberlanjutan industri minyak sawit, Indonesia dan Malaysia, sebagai dua negara produsen minyak sawit terbesar di dunia, telah resmi menjalin kerjasama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO). Langkah ini diambil untuk merumuskan standar keberlanjutan global yang dapat diterima secara internasional, serta sebagai respons terhadap regulasi yang semakin ketat dari Uni Eropa.
Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arief Havas Oegroseno, menjelaskan bahwa diskusi antara kedua negara dan FAO bertujuan untuk menyusun standar keberlanjutan yang lebih adil dan inklusif bagi industri minyak sawit dan minyak kelapa. Ini mencerminkan komitmen Indonesia dan Malaysia untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya menguntungkan produsen, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.
Kerjasama ini muncul sebagai respon terhadap berbagai tuntutan dan tekanan yang dihadapi industri minyak sawit, terutama dari negara-negara Eropa yang menerapkan regulasi ketat terhadap produk-produk berbasis minyak sawit. Dengan menyusun standar keberlanjutan global, Indonesia dan Malaysia berharap dapat memberikan alternatif yang lebih baik dan diterima oleh pasar internasional, serta mengurangi ketergantungan pada regulasi yang dianggap tidak adil.
- Kementan Perkuat Program Sawit Rakyat dan Sarpras untuk 2026 (13 Maret 2026)
- Kebijakan Baru Sawit: Perlindungan Anak dan Standar Gaji 2026 (29 Maret 2026)
- Pencapaian ISPO dan Kebijakan B50 Memperkuat Industri Sawit Indonesia (2 April 2026)
- Tes Buta Warna Jadi Syarat Utama Beasiswa SDM Sawit 2026 (24 Maret 2026)
Proses penyusunan standar ini melibatkan studi mendalam tentang praktik-praktik terbaik dalam keberlanjutan yang ada di industri, termasuk aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan dukungan dari FAO, diharapkan standar yang dihasilkan tidak hanya akan memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga meningkatkan citra positif minyak sawit di mata dunia.
Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya Indonesia dan Malaysia untuk mempertahankan posisi mereka sebagai pemimpin dalam produksi minyak sawit global. Dengan bersinergi, kedua negara berharap dapat memperkuat integrasi rantai pasok sawit berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi produk minyak sawit yang dihasilkan.
Melalui kolaborasi ini, Indonesia dan Malaysia menunjukkan komitmen mereka untuk beradaptasi dengan dinamika pasar global, sekaligus menjaga keberlanjutan industri yang menjadi tulang punggung ekonomi kedua negara. Dengan mengedepankan pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, diharapkan standar yang dihasilkan dapat menjadi acuan bagi industri minyak sawit di seluruh dunia.
Sumber:
- Susun Standar Keberlanjutan Minyak Sawit Global, Indonesia, Malaysia & FAO Berkolaborasi โ Kontan (2025-02-19)
- Duet Indonesia-Malaysia Gandeng FAO Susun Standar Keberlanjutan Minyak Sawit โ Liputan6 (2025-02-19)