BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Naik hingga Rp3.723 per Kg

10 Maret 2026|Harga TBS Sawit Naik
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Naik hingga Rp3.723 per Kg

Logo APKASINDO memperkuat dukungan bagi petani kelapa sawit Indonesia dalam menghadapi tantangan industri.

Harga TBS kelapa sawit di Riau mengalami kenaikan signifikan, terutama untuk kelompok umur 9 tahun, mencapai Rp3.723 per kg.

(2026/03/10) Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Riau mengalami kenaikan signifikan untuk periode 11โ€“17 Maret 2026. Kenaikan ini diputuskan dalam rapat tim penetapan harga yang diadakan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau, dengan harga TBS untuk mitra plasma mencapai Rp3.723 per kilogram, sementara mitra swadaya untuk tanaman berusia 9 tahun mencapai Rp3.682 per kilogram.

Kenaikan harga ini penting karena mencerminkan pergerakan positif dalam industri sawit, yang berpengaruh terhadap pendapatan petani dan perekonomian daerah. Kenaikan harga TBS ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Riau, terutama menjelang bulan Ramadan yang biasanya meningkatkan permintaan.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, disepakati bahwa harga TBS untuk kelompok umur tanaman 9 tahun mengalami kenaikan sebesar Rp109,29 per kg atau sekitar 3,02 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Sementara itu, untuk kelompok umur yang sama dalam mitra swadaya, kenaikan mencapai Rp129,83 per kg atau sekitar 3,65 persen.

Harga TBS yang ditetapkan juga dipengaruhi oleh tren harga Crude Palm Oil (CPO) dan kernel yang mengalami kenaikan. CPO naik sebesar Rp465,52 per kg, yang kini diperdagangkan pada harga Rp14.663,57 per kg. Kenaikan harga ini menunjukkan adanya permintaan yang kuat di pasar global, yang pada gilirannya berdampak positif terhadap harga TBS di tingkat petani.

Di sisi lain, di daerah lain seperti Nagan Raya, harga TBS masih terpantau rendah, dengan petani menerima sekitar Rp2.600 per kg. Hal ini menunjukkan disparitas harga yang cukup besar antar daerah, yang dapat mempengaruhi produksi dan pendapatan petani di daerah tersebut. Kondisi ini menjadi tantangan bagi petani di Nagan Raya yang berharap harga dapat meningkat seiring dengan permintaan yang meningkat menjelang Ramadan.

Dari data yang ada, proyeksi harga TBS di Riau diperkirakan akan tetap stabil jika harga CPO dan kernel terus bergerak naik. Pertumbuhan permintaan dari pasar domestik dan internasional diharapkan dapat mendukung tren positif ini dalam jangka pendek. Selain itu, kebijakan pemerintah yang mendukung industri sawit juga diharapkan dapat membantu menciptakan stabilitas harga.

Kenaikan harga TBS ini memberikan harapan baru bagi petani kelapa sawit di Riau, sekaligus menjadi indikator bahwa industri sawit masih memiliki potensi untuk tumbuh meskipun ada berbagai tantangan. Dengan adanya kebijakan yang tepat dan dukungan dari semua pihak, sektor ini diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah dan nasional.

Sumber:

  • Harga TBS Sawit Mitra Swadaya di Riau Naik, Umur 9 Tahun Tembus Rp3.682 per Kg โ€” Media Center Riau (2026-03-10)
  • Naik, Kelapa Sawit Mitra Plasma Minggu Ini Dihargai Rp3.723 per Kg โ€” Media Center Riau (2026-03-10)
  • Harga Sawit Petani Nagan Raya Masih Rendah, Produksi Buah Menurun โ€” RRI (2026-03-10)
  • Harga Sawit Riau Naik Lagi, Pekan Ini Dijual Rp3.723,20 per Kg โ€” Bisnis Indonesia (2026-03-10)
  • Harga TBS Sawit Jambi Naik jelang Lebaran โ€” RRI (2026-03-10)
  • Jelang Lebaran Idul Fitri, Harga Sawit Plasma di Riau Meroket Naik โ€” Elaeis (2026-03-10)