Harga CPO Menguat di Tengah Kebijakan Pungutan Ekspor yang Baru

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.
Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia menunjukkan tren positif dengan kenaikan harga pada tender PT KPBN, meskipun ada penyesuaian pungutan ekspor.
Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan pada tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada 19 Mei 2025. Kenaikan ini terjadi di tengah upaya pemerintah untuk menyesuaikan tarif pungutan ekspor sawit, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi industri kelapa sawit nasional.
Menurut informasi yang diterima, harga CPO pada tender tersebut ditetapkan sebesar Rp 13.256 per kilogram, meningkat Rp 45 dibandingkan dengan harga sebelumnya pada 16 Mei 2025 yang tercatat sebesar Rp 13.211 per kilogram. Kenaikan harga ini terlihat di berbagai pelabuhan utama seperti Belawan dan Dumai, meskipun terdapat satu lokasi di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, yang mengalami penarikan kembali (withdraw) dalam penjualannya.
Pemerintah Indonesia secara resmi telah melakukan penyesuaian tarif pungutan ekspor sawit yang mulai berlaku sejak 17 Mei 2025. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 30 Tahun 2025 dan bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia di pasar global. Penyesuaian tarif ini diharapkan dapat membantu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen utama CPO di dunia.
- Harga CPO dan Biodiesel Naik, Petani Perlu Waspada (2 April 2026)
- Harga Sawit di Sumut dan Aceh Naik, CPO Referensi April 2026 Meningkat (1 April 2026)
- Harga CPO Menguat di Tengah Fluktuasi Ringgit dan Permintaan Ekspor (30 Maret 2026)
- Harga TBS Sawit Sumut Mencapai Rp4.059,20 per Kg pada Awal April 2026 (3 April 2026)
Adanya perubahan tarif pungutan ekspor ini juga berimbas pada respons pasar yang cukup positif. Meskipun ada tantangan dalam penetapan harga, penguatan harga CPO di pasar domestik menunjukkan optimisme pelaku industri terhadap prospek kelapa sawit ke depan. Sejumlah analis pasar mencatat bahwa tren penguatan harga CPO juga sejalan dengan pergerakan harga minyak sawit di Bursa Malaysia, yang kembali menguat setelah mengalami penurunan dalam dua sesi sebelumnya. Penguatan ini didorong oleh peningkatan harga minyak nabati saingan yang lain, yang menunjukkan adanya kemungkinan perbaikan dalam permintaan global.
Dengan membaiknya harga CPO, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para petani sawit dan sektor hilir industri kelapa sawit di Indonesia. Diharapkan juga agar pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan pungutan ekspor, sehingga dapat menciptakan iklim bisnis yang lebih kondusif bagi pertumbuhan industri kelapa sawit nasional.
Sumber:
- Naik Tipis Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 19 Mei 2025 โ Media Perkebunan (2025-05-19)
- Pungutan Ekspor Naik, Harga Tender CPO KPBN Masih Positif pada 19 Mei 2025 โ Sawit Indonesia (2025-05-19)
- Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Senin (19 per 5), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Menguat โ Info Sawit (2025-05-19)