Harga CPO Menguat 2,22% di Tengah Kenaikan Permintaan Global

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan tentang ekspor CPO Indonesia di tengah isu industri kelapa sawit.
Harga CPO meningkat 2,22% menjadi USD 938,87 per MT, didorong oleh permintaan tinggi dan ketatnya pasokan global.
(2026/03/09) Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) meningkat 2,22% menjadi USD 938,87 per metrik ton (MT) pada Maret 2026, seiring dengan meningkatnya permintaan dari negara-negara pengimpor besar dan ketatnya pasokan global. Lonjakan ini terjadi di tengah gejolak geopolitik yang memicu kenaikan harga energi, termasuk minyak bumi.
Kenaikan harga CPO menjadi penting bagi industri sawit Indonesia, yang merupakan salah satu penyumbang utama ekspor komoditas. Kementerian Perdagangan mencatat bahwa harga referensi CPO mengalami penguatan dibandingkan bulan sebelumnya, di mana pada Februari 2026 harga berada di level USD 918,47 per MT. Kenaikan ini berimbas positif bagi petani kelapa sawit, karena harga tandan buah segar (TBS) juga turut terdongkrak.
Pasar komoditas energi global tengah bergejolak, terutama akibat konflik di Timur Tengah yang telah menyebabkan lonjakan harga energi fosil. Investor mulai beralih ke CPO sebagai alternatif bahan bakar biodiesel yang lebih ekonomis. Seorang analis dari Fastmarkets Palm Oil Analytics menjelaskan bahwa CPO menunjukkan ketahanan yang kuat, didorong oleh dukungan harga minyak mentah yang tinggi.
- Harga CPO Diprediksi Stabil Tinggi, Ekspor Sawit Terus Tumbuh di 2026 (5 April 2026)
- Harga CPO April 2026 Naik 5,41% Jadi USD 989,63 per MT di Tengah Ketegangan Geopolitik (1 April 2026)
- Harga CPO Diproyeksi Meningkat Hingga USD 1.783 pada Juni 2026 (4 April 2026)
- Harga CPO dan Biodiesel Naik, Petani Perlu Waspada (2 April 2026)
Di Bursa Malaysia, kontrak berjangka CPO juga menunjukkan tren positif dengan harga ditutup di atas RM4,500 per ton, tertinggi sejak Oktober tahun lalu. Kenaikan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek jangka pendek, meskipun ada berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri, seperti potensi kenaikan harga pupuk akibat ketegangan geopolitik.
Melihat proyeksi ke depan, meski tantangan dari kondisi geopolitik akan berlanjut, permintaan global untuk CPO diperkirakan tetap stabil. Hal ini menjadi sinyal positif bagi emiten sawit di Indonesia yang bisa mempertahankan kinerja finansial mereka. Meskipun pergerakan harga saham emiten tidak selalu sejalan dengan penguatan harga CPO, banyak yang optimis akan prospek pasar sawit di tahun ini.
Kenaikan harga CPO ini tidak hanya bermanfaat bagi petani dan produsen, tetapi juga berkontribusi pada pendapatan negara melalui pungutan ekspor yang lebih tinggi. Dengan kondisi pasokan yang semakin terbatas, diperkirakan harga CPO akan terus berfluktuasi, sejalan dengan dinamika permintaan global.
Sumber:
- Investor Serbu Komoditas Energi, Harga CPO Naik dan TBS Petani Ikut Terdongkrak โ Elaeis (2026-03-09)
- Kemendag Tetapkan HR CPO USD 938,87MT, Harga Sawit Menguat di Tengah Pasokan Global Ketat โ Elaeis (2026-03-09)
- CPO Futures Rally Above RM4,500 Per Tonne, Highest Since October Last Year โ Bernama (2026-03-09)
- Menilik Kinerja Emiten CPO di Tengah Fluktuasi Harga Komoditas Global โ Kontan (2026-03-09)