Gorontalo Siapkan Rencana Aksi Daerah untuk Kelapa Sawit Berkelanjutan

Prabowo memberikan pidato terkait industri kelapa sawit Indonesia menjelang pemilu 2026, menekankan pentingnya keberlanjutan sawit.
Pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk menyusun Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) sebagai bagian dari strategi pengembangan sektor pertanian yang menjadi prioritas utama perekonomian daerah.
Pemerintah Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk menyusun Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) yang ditargetkan untuk periode 2024-2026. Inisiatif ini diumumkan dalam forum konsultasi publik yang diselenggarakan pada 11 September 2024, di mana Plt. Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Gorontalo, Yosef P. Koton, menyatakan pentingnya pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan sebagai upaya untuk mendukung sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Sektor pertanian di Gorontalo telah memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), berkisar antara 35-39% selama lebih dari dua dekade. Selama masa pandemi COVID-19, sektor ini telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa, dengan perannya dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang terdampak oleh krisis kesehatan dan ekonomi. Dalam konteks ini, pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara optimal, tanpa merusak lingkungan.
RAD-KSB diharapkan akan menjadi panduan bagi pengembangan industri kelapa sawit di Gorontalo, dengan fokus pada praktik yang ramah lingkungan dan sosial. Pemerintah daerah menekankan bahwa semua pemangku kepentingan, termasuk petani, pengusaha, dan masyarakat, akan dilibatkan dalam penyusunan rencana ini. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan tujuan untuk mencapai keberlanjutan dapat tercapai, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
- Kebijakan Sawit Berkelanjutan di Tengah Tantangan Pajak dan Ekspor (12 Maret 2026)
- Kebijakan B50 dan Pembangunan Sawit Hijau di Papua: Langkah Menuju Kemandirian Energi (5 April 2026)
- Skandal Suap Terkait Ekspor CPO: Vonis Ringan dan Panggilan untuk Penuntasan Kasus Korporasi (4 Maret 2026)
- Kementan Luncurkan Program PSR 2026 untuk Tingkatkan Produktivitas Sawit (4 April 2026)
Langkah ini juga sejalan dengan tren global yang semakin mengarah pada keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam. Banyak negara dan organisasi internasional yang mendorong praktik pertanian yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. Dalam konteks ini, Gorontalo berupaya untuk menjadi contoh bagi provinsi lain dengan pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan.
Dengan adanya RAD-KSB, diharapkan Gorontalo tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini adalah langkah strategis yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dalam jangka panjang.
Sumber:
- Pemerintah Gorontalo Rencanakan RAD-KSB, Pertanian Tetap Prioritas Utama — Hai Sawit (2024-09-12)