GAPKI Tingkatkan Kesiapsiagaan Cegah Karhutla di Riau Menghadapi El Nino

Gambar ini menunjukkan dampak perubahan iklim, dengan kekeringan mempengaruhi lahan kelapa sawit di Indonesia.
GAPKI bersama Kementerian Lingkungan Hidup mengintensifkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Riau untuk menghadapi potensi El Nino dan musim kemarau panjang.
(2026/04/25) GAPKI dan Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia berkolaborasi dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meningkat akibat fenomena El Nino. Kegiatan ini berlangsung dalam Apel Siaga Pencegahan Karhutla di Riau, di mana Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan di tengah proyeksi musim kemarau panjang yang dapat memperburuk kondisi cuaca ekstrem.
Dalam apel yang diadakan pada tanggal 25 April 2026 ini, GAPKI menyampaikan komitmennya untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah karhutla. Keterlibatan industri sawit sangat penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama di daerah yang rawan kebakaran, seperti Riau. Menteri Hanif memperingatkan bahwa kombinasi dari musim kemarau yang berkepanjangan, fenomena El Nino, serta penurunan curah hujan dapat menyebabkan peningkatan titik api, terutama di wilayah gambut yang rentan terbakar.
Riau, yang memiliki luas area gambut hampir separuh dari total daratannya, menjadi salah satu titik fokus dalam pencegahan karhutla tahun ini. Menurut data, kondisi gambut yang kering dan curah hujan yang rendah berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan. GAPKI menegaskan bahwa penguatan sistem pencegahan di lapangan adalah langkah krusial untuk menghadapi situasi ini.
- Perluasan Lahan Kelapa Sawit: Ancaman Terhadap Hak Masyarakat Adat dan Keanekaragaman Hayati (22 Februari 2026)
- Krisis Lingkungan dan Penegakan Hukum di Sektor Kelapa Sawit Indonesia (22 Februari 2026)
- Batas Maksimal Luas Perkebunan Sawit di Indonesia: Sebuah Tinjauan Lingkungan (22 Februari 2026)
- Dampak Perubahan Hutan Menjadi Kebun Sawit Terhadap Perubahan Iklim (22 Februari 2026)
GAPKI dan Kementerian Lingkungan Hidup memfokuskan upaya mereka pada penguatan sistem pencegahan kebakaran. Hal ini mencakup pelatihan dan peningkatan kemampuan petugas di lapangan, serta pengembangan strategi mitigasi yang lebih efektif. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi dampak dari potensi kebakaran yang dapat merugikan lingkungan dan industri sawit secara keseluruhan.
Melihat proyeksi cuaca yang tidak menentu, industri sawit diharapkan untuk tetap waspada dan proaktif. GAPKI mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan yang dapat mengancam ekosistem. "Kami memiliki tanggung jawab bersama untuk melindungi lingkungan, terutama di daerah rawan," ungkap Menteri Hanif, menekankan pentingnya kerjasama dalam menjaga keberlanjutan sektor ini.
Sumber: