GAPKI Memperkuat Komitmen Lingkungan Melalui Konservasi Mangrove

Foto aerial menunjukkan kebun sawit yang luas di Indonesia, menyoroti perkembangan industri kelapa sawit yang pesat.
GAPKI menggelar program konservasi mangrove yang melibatkan berbagai komunitas dan perguruan tinggi untuk melindungi pesisir dan meningkatkan biodiversitas.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melanjutkan upayanya untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan melaksanakan program konservasi mangrove di Desa Ketapang, Kabupaten Tangerang, Banten. Kegiatan ini diadakan pada 4 Desember 2024 dan dihadiri oleh berbagai komunitas lingkungan serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka.
Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, menekankan pentingnya aksi ini dalam melindungi pesisir dari abrasi serta menjaga biodiversitas. Program yang melibatkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Mangrove Jakarta Community, Kesemat Mangrove Volunteer, Komunitas Indonesia Women Paddler, dan mahasiswa dari Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas YARSI, dan Universitas Islam Negeri (UIN) ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi upaya pelestarian lingkungan lainnya di Indonesia.
Melalui penanaman mangrove, GAPKI tidak hanya berfokus pada pengurangan dampak negatif dari kegiatan industri, tetapi juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam mengatasi perubahan iklim yang menjadi isu global saat ini. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan ekosistem pesisir yang banyak terancam oleh aktivitas manusia.
- Inovasi Pertanian Berkelanjutan di Tengah Ancaman Lingkungan (23 Februari 2026)
- Mendorong Keberlanjutan dalam Industri Kelapa Sawit Menghadapi Tantangan Lingkungan (23 Februari 2026)
- Peningkatan Biodiversitas dan Transparansi Lingkungan dalam Perkebunan Kelapa Sawit (15 Maret 2026)
- Kebutuhan Air Tanaman Kelapa Sawit Ternyata Lebih Efisien dari Hutan (24 Maret 2026)
Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan dan memberikan edukasi tentang peran mangrove sebagai pelindung alami terhadap bencana alam seperti banjir dan abrasi. Dengan melibatkan berbagai pihak, GAPKI ingin menunjukkan bahwa kolaborasi antara sektor swasta, masyarakat, dan akademisi dapat menciptakan solusi berkelanjutan untuk tantangan lingkungan yang dihadapi.
GAPKI percaya bahwa dengan melakukan aksi nyata, mereka dapat membangun kepercayaan di antara masyarakat dan meningkatkan citra industri kelapa sawit di Indonesia. Melalui langkah-langkah seperti ini, diharapkan industri kelapa sawit tidak hanya dikenal sebagai sektor ekonomi yang kuat, tetapi juga sebagai pelopor dalam hal keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.
Sumber:
- GAPKI Perkuat Aksi Hijau dengan Konservasi Mangrove — Hai Sawit (2024-12-06)