BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Ekspor & Perdagangan

Dampak Tarif Trump dan Inisiatif Perdagangan Berkelanjutan di Indonesia

22 Februari 2026|Tarif Trump dan Perdagangan Berkelanjutan
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Dampak Tarif Trump dan Inisiatif Perdagangan Berkelanjutan di Indonesia

Satgas PKH melakukan penyitaan lahan sawit di kawasan hutan negara.

Indonesia menghadapi tantangan dari tarif perdagangan AS dan memanfaatkan peluang melalui inisiatif perdagangan berkelanjutan dengan Inggris.

Indonesia menghadapi tantangan dalam perdagangan internasional seiring dengan penerapan tarif oleh Amerika Serikat (AS) terhadap beberapa negara, termasuk China, Kanada, dan Meksiko. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia tidak terkena tarif langsung dari AS, negara ini tetap merasakan dampak negatif akibat ketidakberadaan perjanjian perdagangan bebas (FTA) yang menguntungkan.

Dalam pernyataannya, Airlangga menjelaskan bahwa tarif yang dikenakan oleh AS terhadap negara-negara tersebut mempengaruhi Indonesia dengan dampak yang berkisar antara 10% hingga 20%. Tanpa adanya FTA, Indonesia tetap menghadapi tantangan untuk bersaing di pasar internasional. Kondisi ini menuntut Indonesia untuk meningkatkan kemampuan bersaing dan menemukan cara alternatif dalam perdagangan global.

Di tengah tantangan tersebut, Indonesia juga berusaha memanfaatkan peluang baru dalam perdagangan berkelanjutan. Pemerintah Inggris baru-baru ini meluncurkan Program Hutan, Pertanian, dan Perdagangan Berkelanjutan (FAST) bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat rantai pasokan minyak kelapa sawit dan kakao yang berkelanjutan, serta meningkatkan taraf hidup para petani kecil di Indonesia.

Program FAST, yang didukung oleh United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, berkomitmen untuk mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan hijau. Melalui inisiatif ini, diharapkan perdagangan komoditas pertanian dapat dilakukan secara berkelanjutan, mengurangi dampak lingkungan, dan memperbaiki kondisi sosial ekonomi petani kecil. Inggris menunjukkan komitmennya untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam memproduksi komoditas pertanian yang berkelanjutan.

Inisiatif FAST ini menjadi sangat relevan dalam konteks kebijakan perdagangan global saat ini, di mana negara-negara semakin memperhatikan keberlanjutan dan dampak sosial dari praktik perdagangan. Dengan adanya program ini, diharapkan Indonesia dapat lebih bersaing di pasar internasional dan meningkatkan kualitas hidup petani melalui praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Secara keseluruhan, Indonesia kini berada di persimpangan antara tantangan yang ditimbulkan oleh kebijakan tarif AS dan peluang yang ditawarkan melalui kolaborasi internasional untuk perdagangan yang lebih berkelanjutan. Keberhasilan dalam mengatasi tantangan ini akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dan sektor swasta untuk beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi dinamika pasar global.

Sumber:

  • Airlangga Blak-blakan Dampak Tarif Trump kepada Perdagangan Indonesia โ€” CNBC (2025-02-21)
  • Perkuat Perdagangan Komoditas Berkelanjutan Ri Inggris Luncurkan Fast โ€” Kompas (2025-02-21)