Cisadane Sawit Raya Catat Produksi TBS 354.290 Ton di 2025

Tumpukan tandan kosong buah sawit (tankos) menunjukkan hasil pemanenan yang berlanjut di industri kelapa sawit Indonesia.
PT Cisadane Sawit Raya mencatatkan produksi TBS inti sebesar 354.290 ton pada 2025, menunjukkan pertumbuhan yang stabil untuk industri sawit Indonesia.
(2026/03/27) PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) melaporkan produksi tandan buah segar (TBS) inti mencapai 354.290 ton sepanjang tahun 2025. Produksi ini mengalami peningkatan 11% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 319.085 ton, menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dalam sektor sawit Indonesia.
Produksi TBS yang mengesankan ini sejalan dengan peningkatan luas lahan tertanam yang mencapai 20.890,6 hektar, naik 4,1% dari 20.067,6 hektar pada 2024. Dari total luas lahan tersebut, 17.644,0 hektar ditanami tanaman yang sudah menghasilkan (mature). Dengan profil tanaman yang relatif muda, CSRA berada dalam posisi yang baik untuk meningkatkan output di masa depan, menciptakan prospek positif bagi perusahaan dan industri sawit secara keseluruhan.
Sebagaimana diketahui, CSRA telah menunjukkan pertumbuhan yang stabil sejak tahun 2020 dengan Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 2,9%. Ini merupakan pencapaian yang signifikan di tengah tantangan yang dihadapi oleh sektor sawit, termasuk fluktuasi harga dan kebijakan lingkungan global. Kinerja positif ini juga mendukung target perusahaan untuk meningkatkan produksi crude palm oil (CPO) di tahun 2024 sebesar 50% dari tahun sebelumnya.
- Konsumsi dan Produksi CPO Indonesia di Tahun 2024: Tren Penurunan yang Perlu Diwaspadai (22 Februari 2026)
- Produksi dan Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Meningkat Signifikan di 2025 (15 Maret 2026)
- Produksi dan Konsumsi CPO Indonesia Alami Penurunan di Tengah Kenaikan Tahunan (25 Juli 2025)
- Produksi Minyak Sawit Global: Efisiensi Lahan Meningkat Signifikan (29 Maret 2026)
Pada saat yang bersamaan, CSRA mencatat laba bersih sebesar Rp214 miliar hingga September 2025, yang menunjukkan kesehatan finansial yang kuat. Dengan catatan kinerja ini, CSRA menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan tetap berkomitmen pada pertumbuhan yang berkelanjutan di industri sawit.
Melihat ke depan, jika target produksi CPO sebesar 50% dapat tercapai, CSRA diharapkan dapat meningkatkan kontribusi terhadap pasokan minyak sawit global, yang saat ini menghadapi tantangan dari negara-negara penghasil lainnya. Hal ini juga membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing di kancah internasional. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah CSRA dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ini dan mengatasi tantangan yang ada?
Sumber:
- Cisadane Sawit Raya (CSRA) Catat Produksi TBS Inti 354.290 Ton Sepanjang 2025 โ Kontan
- PT Cisadane Sawit Raya Tbk Mencatat Kinerja Positif dan Laba ... โ https://sawitindonesia.com/pt-cisadane-sawit-raya-tbk-mencatat-kinerja-positif-dan-laba-rp214-miliar-hingga-september-2025/
- Cisadane Sawit Raya Targetkan Produksi CPO 2024 Naik 50 Persen โ https://sawitindonesia.com/cisadane-sawit-raya-targetkan-produksi-cpo-2024-naik-50-persen/