BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Berita Harian

Bentrok TNI dan Ormas di Deli Serdang: Awal Mula dari Teguran terhadap Pemuda

22 Februari 2026|Bentrok TNI dan Ormas
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Bentrok TNI dan Ormas di Deli Serdang: Awal Mula dari Teguran terhadap Pemuda

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.

Bentrok antara TNI dan ormas di Deli Serdang dipicu oleh teguran terhadap pemuda yang menggeber motor, mengungkap dinamika sosial yang kompleks.

Bentrok antara anggota TNI dan organisasi masyarakat Pemuda Karya Nasional (PKN) terjadi di Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Rabu, 29 Januari 2025. Insiden ini bermula dari tindakan seorang prajurit TNI yang menegur tiga pemuda yang menggeber sepeda motor trail di jalan. Ketegangan ini berujung pada pengeroyokan yang melibatkan kedua belah pihak.

Menurut Kapendam I/BB Kolonel Inf Doddy Yudha, peristiwa tersebut dimulai ketika Praka Darma Saputra Lubis, yang merupakan anggota Resimen Arhanud 2/SSM, melintas di Jalan GBKP Dusun Lau Gelunggung dan melihat tiga pemuda yang mengendarai sepeda motor dengan suara knalpot yang sangat bising. Merasa terganggu, Praka Darma kemudian menghampiri dan menegur mereka. Namun, alih-alih menerima teguran tersebut, ketiga pemuda tersebut justru memicu ketegangan lebih lanjut.

Setelah teguran tersebut, situasi semakin memanas. Para pemuda yang merasa diabaikan dan tersakiti dengan tindakan Praka Darma, mengumpulkan sejumlah orang dari kelompok mereka untuk menyerang kembali. Bentrokan fisik pun tak terhindarkan, melibatkan anggota TNI dan para pemuda dari PKN. Menurut keterangan dari pihak TNI, situasi tersebut semakin tidak terkendali saat lebih banyak orang bergabung dalam konflik tersebut, sehingga menyebabkan kerugian dan ketegangan yang lebih besar di masyarakat.

Peristiwa ini menyoroti dinamika sosial yang kompleks di Deli Serdang, di mana ketegangan antara aparat keamanan dan masyarakat sipil sering kali dapat memicu konflik. Dalam konteks ini, insiden seperti ini menjadi cermin dari tantangan yang dihadapi oleh pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memperlihatkan pentingnya komunikasi yang efektif antara aparat dan masyarakat dalam mengatasi masalah yang timbul.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Doddy Yudha mengingatkan bahwa kejadian seperti ini seharusnya bisa dihindari melalui dialog yang baik antara pihak TNI dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pendekatan persuasif untuk mencegah terjadinya konflik serupa di masa depan. Tindakan tegas terhadap pelanggaran hukum tetap diperlukan, namun cara penyampaian dan pendekatannya harus lebih humanis.

Ke depan, diharapkan pihak-pihak terkait dapat belajar dari insiden ini untuk mengedepankan dialog dan kerjasama dalam menciptakan situasi yang lebih aman dan harmonis di masyarakat.

Sumber:

  • Kronologi Bentrok TNI-Ormas di Deli Serdang, Berawal 3 Pemuda Geber Motor โ€” Detik (2025-01-30)
  • Bentrok Personel TNI-Ormas di Deli Serdang Berawal 3 Pemuda Geber Motor โ€” Detik (2025-01-30)