17 Negara Belajar Praktik Berkelanjutan Kelapa Sawit di Riau

Prabowo memberikan pidato mengenai pentingnya industri kelapa sawit untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pelatihan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan di Riau diikuti oleh 17 negara, menandai langkah penting dalam praktik pertanian yang ramah lingkungan.
Indonesia menjadi tuan rumah bagi 17 negara yang berpartisipasi dalam pelatihan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan di Riau. Acara ini, yang berlangsung dari tanggal 22 Juni hingga 2 Juli 2024, merupakan bagian dari inisiatif untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan komoditas berbasis pertanian rakyat dan memperkenalkan praktik-praktik berkelanjutan kepada peserta dari negara-negara yang tergabung dalam Like-Minded Countries (LMCs).
Kegiatan pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Indonesia (LDKPI). Dalam pelatihan ini, peserta diberikan kesempatan untuk mengunjungi perkebunan kelapa sawit di Siak, Riau, yang dikelola oleh petani rakyat. Perkebunan tersebut menerapkan praktik berkelanjutan yang telah terbukti efektif dalam menjaga kelestarian lingkungan sambil meningkatkan produktivitas.
Selama kunjungan, peserta juga belajar tentang sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), yang kini telah diikuti oleh sekitar 80 petani di daerah tersebut. Sertifikasi ini menjadi salah satu indikator penting dalam menerapkan praktik kelapa sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan global terkait isu lingkungan hidup.
- Malaysia Raih Pengakuan Internasional untuk MSPO: Langkah Strategis dalam Industri Sawit Berkelanjutan (27 Juni 2025)
- Indonesia Memimpin Pelatihan Internasional dalam Pengelolaan Kelapa Sawit Berkelanjutan (22 Februari 2026)
- Mendorong Kolaborasi Internasional untuk Kelapa Sawit Berkelanjutan (22 Februari 2026)
- Dugaan Fraud POME Seret Perusahaan Energi Global dalam Kasus Sawit (19 Maret 2026)
Kegiatan ini tidak hanya menekankan pentingnya praktik berkelanjutan, tetapi juga berfungsi sebagai platform untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan antara negara-negara peserta. Hal ini menunjukkan komitmen global dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Selain aspek lingkungan, pelatihan ini juga berfokus pada peningkatan kesejahteraan petani melalui pengembangan kapasitas dan akses terhadap teknologi pertanian yang lebih baik. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi masyarakat lokal yang terlibat dalam industri kelapa sawit.
Kesuksesan pelatihan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam praktik kelapa sawit berkelanjutan dan memperkuat kerjasama internasional dalam upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Dengan terus mempromosikan praktik pertanian yang ramah lingkungan, Indonesia berkontribusi pada upaya global untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Sumber:
- 17 Negara Belajar Praktik Kelapa Sawit Berkelanjutan di Riau — Hai Sawit (2024-07-03)